Dengan Ayat yang saya pilih dan yang berkesan bagi saya yaitu (Q.S. Al-A’raf : 89 Juz 9) yang berbunyi :
قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُمْ بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَاوَمَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَعُودَ فِيهَا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ(89)
Artinya : “ Sesungguhnya (bermakna) kami berdusta terhadap Allah, jika kami berpindah kepada agama kamu sesudah Allah menyelamatkan kami daripadanya. Dan tidaklah harus kami berpindah kepadanya sama sekali, kecuai jika Allah Tuhan kami, menghendakinya. Pengetahuan Tuhan kami meliputi akan tiap-tiap sesuatu. Kepada Allah jualah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami, hukumkanlah antara kami dan kaum kami dengan kebenaran (keadilan), karena engkau jualah sebaik-baik Hakim.”
Keterangan :
Surat Al-A’raf yang artinya “Tempat Tertinggi” adalah surah ke-7 dalam Al-qur’an. Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah. Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal ( tujuh surah yang panjang). Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 26 yang mengemukakan tentang keadaan oarang-orang yang berada diatas Al-A’raf yaitu tempat yang tertinggi dibatas surga dan neraka.
Alasan kenapa saya memilih ayat ini adalah karena surah ini membuat saya menyakinkan kepada ajaran agama islam sebagai penganut keyakinan saya dan tidak ada satu pun orang lain yang dapat mengajak atau menghasut saya untuk berpindah agama lain kecuali itu Allah yang menghendakinya karena Allah lah sebaik-baiknya hakim. Ayat ini juga dapat kita petik makna artinya adslah keluar dari jalan yang benar dan lurus, serta cita-cita dan norma-norma agama ilahi merupakan pelanggaran atas perjanjian dengan allah. Karena ituorang mukmintidak akan pernah menjal aqidah dan keyakinannya kepada orang lain.
Surat ini mungkin tidak terlalu istemewa dan hanya mengartikan untuk agama lainnya yang ingin menghasut penganut agama islam untuk masuk ke agama mereka. Dalam islam, penjagaan aqidah umat islam menjadi perhatian yang sangat serius. Seseorang tidak bisa dengan begitu mudah berpindah-pindah agama. Sebagai gambaran, umat islam dilarang memaksa non-muslim untuk memeluk agama islam, hal ini wajar karena orang-orang mau menggunakan akal pikiran dan hatinya tentu bisa membedakan yang mana kebenaran dan mana kesesatan. Selama orang mau berpikir, tak perlu memaksakan mereka masuk agama islam, secara sadar mereka akan masuk kedalamnya dengan senang hati.Jika non-muslim yang ingin masuk islam, maka sungguh ia telah dapat hidayah. Umat islam akan dengan senang hati menerima mereka dan menjadikan mereka saudara.
Sebaliknya, jika ada seorang muslim yang ingin keluar dari islam, maka sejatinya ia sedang tersesat dari jalan yang benar setelah sebelumnya ia dapat hidayah. Orang seperti ini harus diselamatkan, ia harus diingatkan akan kebenaran islam dan kesesatan ajaran selain islam. Jika ia bersedia kembali kepelukan islam, berarti ia telah diterangi cahaya kebenaran dan dijauhkan dari suram dan gelapnya kesesatan. Namun jika ia tetap memilih berada di jalan kesesatan, setalah sebelumnya ia dinaungi hidayah, berarti ia telah memilih siksa Allah di dunia dan akhirat.
Sesungguhnya umat islam jika ada yang berpindah agama dari islam mendapatkan muzjizat yang sangat pedih karena telah menduakan tuhan. Disini kita tidak bisa berkata apa balasannya atau hukuman buat orang yang berpindah agama karena hanya Allah lah yang mengetahuiya. Dalam menghadapi tekanan dan berbagai ancaman dari kaum kafir yang arogan, kita harus melaksanakan tugas kita dengan baik, kemudian bertawakal dengan ilmu dan kekuasaan Allah yang tak bertepi.
Oleh karena itu saya terkesan dengan ayat ini untuk menyakinkan diri saya sendiri tiada tuhan selain allah swt dan utusannnya nabi muhammad saw dengan kitab alquran yang telah melengkapi kitab-kitab sebelumnya. Hanya kepadanya lah kita menyembah dan meminta pertolongan di dunia maupun di akhirat. Engan demikian kita tidak akan bisa berkata bahwa kami beriman kepada Tuhan tetapi pada kenyataannya kami senantiasa bekerjasama dengan kalian. Karena Allah SWT Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu dan tak ada satupun yang bisa bersembunyi dimata Allah. Karena itulah kami senantiasa bertawakal danbensandar diri kepada Allah dalam menghadapi berbagai ancaman kalian. Kami memohon kepadanya agar dia menjadi hakim yang sebaik-baiknya dalam memberikan pengadilan anatara kami dan kalian, sehingga terbuak suatu jalan yang menjadi penyelamat bagi kita.
0 komentar:
Posting Komentar