Kamis, 31 Agustus 2017

Review

di Agustus 31, 2017
BAGIAN 1
BRILIAN OTAKNYA

“Tanpa diketahui maknanya pun, kalimat-kalimat Al-qur’an sudah memiliki pengaruh fisiologis terhadap ketegangan organ tubuh secara langsung. Apalagi apabila disertai dengan mengetahui maknanya, tentu saja pengaruhnya semakin besar.”
            Inilah salah satu rahasia kedahsyatan Al-qur’an. Syaikh Ibrahim bin Ismail dalam karyanya Ta’lim al-Muta’alim (sebuah kitab yang mengupas tata krama menuntut ilmu) menyatakan, bahwa terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang kuat ingatan dan hafalannya. Diantaranya, menyedikitkan makan, membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam, dan membaca Al-qur’an sambil melihat kepada mushaf. Tak ada lagi bacaan yang lebih mampu meningkatkan daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang selain membaca Al-qur’an.
Sudah banyak cerita nyata yang mengambarkan bahwa seorang hafiz (penghafal Al-qur’an) memiliki inteligensia yang lebih cerdas dibanding sebelumnya. Ada seorang saudara yang cerita bahwa adiknya berhasil menyempurnakan hafalan 30 juz hanya dalam waktu 1,5 tahun saja. Dulu, sebelum ia menghafal Al-qur’an, kemampuannya biasa-biasa saja. Tapi, setelah ia mulai menghafalkan Al-qur’an, kecepatan belajar, kemampuan bahasa, kecepatan menghafal, serta kemampuannya menganalisis segala sesuatunya berubah dratis. Berkembang sangat pesat.
Jika selama ini kita sudh terbuai dengan asumsi klasik yang menyatakan bahwa memperdengarkan musik Mozart dapat meningkatkan inteligensia bayi yang ada dalam kandungan, ras-rasanya kini saatnya kita kudu mengubahnya. Karena dampak memperdengarkan Al-qur’an ternyata jauh lebih hebat.
Terdapat fakta bahwa memperdengarkan Al-qur’an kepada bayi akan meningkatkan tahap inteligensia bayi. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil kajian ini dalam sebuah seminar Konseling dan Psikoterapi Islam. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayt-ayat Al-qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Bagaimana ini bisa terjadi? Sebagaimana kita tahu bahwa setiap suara atau sumber-sumber bunyi mempunyai frekuensi dan panjag gelombang tertentu. Ternyat, bacaan Al-qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid mempunyai frekuensi dan panjang gelombangyang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.
Bacaan Al-qur’an mempunyai efek yang sangat baik bagi tubuh, seperti menenangkan, meningkaatkan kreativitas, meningkatkankekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, serta meningkatkan kemampuan berbahasa.
Ada sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh seorang Maestro Dr. Ahmad Al-Qadhiy (United States of Amerixa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman respons tubuh manusia saat diperdengarkan ayt-ayat Al-qur’an serta untuk mengetahui apakah respons ini berupa respons biologis, kejiwaan, atau malah keduanya. Penelitian ini menggunakan seperangkat peralatan elektronik ditambah dengan komputer untuk mengukur gejala-gejala perubahan fisiologis pada responden selam mereka mendengarkan bacaan Al-qur’an.
Penelitian dan pengukuran ini dilakukan terhadap sejumlah kelompok manusia, anatara lain muslimin yang bisa berbahasa Arab, muslimin yang tidak bisa berbahasa Arab, non-Islam yang tidak bisa berbahasa Arab. Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayt Al-qur’an dalam bahasa Arab, kemudian dibacakan terjemahannya dalam bahasa Inggris.
Pada setiap kelompok ini diperoleh data adanya dampak yang bisa ditunjukkan tentang Al-qur’an, yaitu 97% percobaan berhasil menemukan perubahan fisiologis yang ditunjukkan oleh penurunan tekanan pada saraf secara spontan.
Penelitian ini membuktikan bahwa Al-qur’an ternyata memiliki pengaruh positif dan signifikasi terhadap saraf manusia. Pengaruh ini terlihat pada perubahan energi listrik pada otot-otot yang terdapat diorgan tubuh. Perubahan itu terjadi pada kulit, peredaran darah, perubahan detak jantung, volume darah yang mengalir pada kulit, dan suhu badan. Semua perubahan ini menunjukkan bahwa ada perubahan pada organ-organ saraf otak secara langsung yang sekaligus memengaruhi organ tubuh lainnya.
Ketegangan-ketegangan saraf akan memengaruhi disfungsi pada organ tubuh. Pada kondisi ini, Al-qur’an memiliki pengatuh yang sangat besar terhadap pemulihan kebugaran tubuh. Stamina tubuh yang baik akan menghalau berbagai penyakit atau bahkan mengobatinya.
Hasil penelitian ini semakin menegaskan kedahsyatan Al-qur’an. Tanpa diketahui maknanya pun, kalimat-kalimat Al-qur’an sudah memiliki pengaruh fisiologis terhadap ketegangan organ tubuh secara langsung. Apalagi apabila disertai dengan mengetahui maknanya, tentu saja pengaruhnya semakin besar.
“Rajinlah bersujud”. Kawan, bukankah kalimat rajuinlah bersujud mengungkapkan penjabaran yang sangat luas? Rajinlah shalat, karena dalam shalat ada sujud. Rajinlah bersyukur, sebagaimana kita tahu ada sujud syukur. Rajinlah bertobat, menangis dalam sujud. Rajinlah tawakal, sujud juga pertanda penyeraha total seorang hamba kepada Kuasa Tuhannya. Rajinlah berdoa, karena jarak paling dekat antara Tuhan dan hamba adallah saat sang hamba bersujud.
Sungguh, sujud memiliki manfaat yang luar biasa dahsyat untuk meningkatkan kecerdasan otak. Hampir tak ada ahli kesehatan yang menyangkal kedahsyatan sujud. Konon, ada beberapa urat-urat saraf otak manusia yang tidak bisa dimasuki oleh darah. Padahal kita tahu bahwa pada setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup agar dapat berfuungsi secara normal. Hingga akhirnya ditemukan bahwa darah yidak akan memasuki urat saraf didalam otak melainkan saat seseorang sedang bersujud. Jika ingin dicerdaskan olah Allah, “Rajinlah bersujud!”.
“Bagi para pembelajar sejati, seteguk ilmu yang diminum, akan melahirkan dahaga atas ilmu yang baru lagi. Keingintahuan mereka terhadap ilmu tak pernah terpuaskan.Dan saya kira,inilah dahaga yang paling indah,yakni dahaga terhadap ilmu pengetahuan”.
            Imam Ghazali mengatakan,”Siapa yang mengatakan saya sudah berilmu,maka sesungguhnya orang itulah yang paling bodoh”.Itulah rahasia orang-orang cerdas.Mereka tak pernah puas dengan ilmu yang mereka peroleh.Jiwanya senantiasa lapar terhadap ilmu pengetahuan.Tak heran jika mereka sangat bersemangat untuk melahap ilmu apapun yang berpeluang mereka peroleh.
            Makin banyak ilmu yang mereka serap,maka lapar mereka terhadap ilmu.Seperti meminum air laut,makin diminum,makin dahaga kita dibuatnya.Begitu juga yang terjadi dengan orang-orang yang dikaruniai kecerdasan oleh Allah SWT,makin banyak yang mereka tau,mereka makin menyadari bahwa ternyata masih banyak yang belum mereka tau.
            Rasa puas adalah jebakan yang harus dihindari oleh para pembelajar sejati.Karena dengan merasa puas terhadapa pengetahuan yang mereka tau,meraka akan beralih menjadi manusia yang statis.Padahal dunia ini terus berkembang dinamis.Sekali kita memutuskan puas dengan ilmu pengetahuan,saat itupula kita memutuskan untuk tertinggal terhadap perkembangan zaman.Apalagi sains yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu,bahkan perkembangan nya sering kali sangat pesat.Sedikit saja kepuasan terhadap sains itu hadir,bersiaplah menjadi orang yang ditinggalkan oleh perkembangan sains.
            Nasihat yang telah terlantun dalam agama,belajar atau mrenuntut ilmu itu tak boleh terpuaskan dari gendongan sang bunda,hingga menuju liang lahat.Sedari kecil sampai meninggal dunia,kita harus tetap menuntut ilmu.Dengan kata lain,kepuasan terhadap ilmu yang dimiliki boleh hadir.Kepuasan adalah awal dari kegagalan.
“Bagi para pembelajar sejati, seteguk ilmu yang diminum, akan melahirkan dahaga atas ilmu yang baru lagi. Keingintahuan mereka terhadap ilmu tak pernah terpuaskan.Dan saya kira,inilah dahaga yang paling indah,yakni dahaga terhadap ilmu pengetahuan”.
             Dan yang juga penting,iringi pengasahan kecerdasan intelektual itu dengan terus mencerdaskan spiritual dan akhlak kita.Anak muda yang tak begitu cerdas intelektualitasnya tapi berakhlak,jauh lebih menguntungkan dibanding anak muda yang intelektualitasnya hebat tapi akhlaknya bejat.Tentu yang kita harap hadirnya adalah anak muda yang itelek dan akhlaknya baik.Otaknya berlian,hatinya beriman.Ibadahnya khusuk,belajarnya juga khusuk.Insyaallah anak muda seperti ini akan mengubah negeri kita ke arah yang lebih baik.
“ Ilmu dan seni tanpa agama, jadinya tabu. Agama dan seni tanpa  ilmu, jadinya ragu. Agama dan ilmu tanpa seni, jadinya kaku. Tabu, ragu, kaku”.-Ahmad Rifa’i Rif’an
            Organisasi paling dibutuhkan oleh generasi muda, kenapa? Karena diorganisasi ini mereka bisa meraih minimal tiga hal sekaligus, yaitu seni, ilmu, agama. Tiga hal inilah yang dibutuhkan untik membangun generasi yang hebat dimasa depan.
            Pertama dalah ilmu, dengan ilmu diharapkan otak kiri mereka terasah dengan baik. Cara memainkan rebana yang rampak,ada teknik tabu yang biasa disebut lanangan dan wedokan ,bagaimana ‘mengawinkan’ kedua teknik itu sehingga bisa menjadi paduan musik yang enak didengar.Belum lagi teknik vokal yang harus di kuasai oleh para vokalis,dan lain sebagainya.Ilmu itu akan mengasah kemampuan otak mereka sehingga makain hebat.
            Kedua adalah seni,dengan seni diharapkan otak kanan mereka yang akan terasah dengan baik.Kedua belahan otak ini hendaknya didayagunakan dengan maksimal agar potensi keduanya bisa terpakai.Karena selama ini otak kanan menjadi otak yang dikesampingkan.Padahal kita tau bahwa otak kanan adalah otak kreatifitas yang sangat responsif dengan musik,humor,keindahan,dan beberapa yang lain.Hal-hal itu sangat dibutuhkan dalam profesi apapun.
             Terakhir adalah agama,tak pelak lagi pengetahuan agama sangat dibutuhkan oleh komunitas ini.Seni yang mereka tekuni adalah seni rebana yang tak bisa di pisahkan oleh shalawat.Shalawat yang memuji Rasulullah,mendoakan beliau,mengenang kisah perjuangan beliau,semua terlantun dengan khusuk.Padahal asal tau saja syair yang mereka lantunkan hampir semuanya berbahasa arab.
            Ilmu,seni,agama adalah tiga hal yang seharusnya menjadi perhatian bagi setiap generasi muda.Dengan ilmu hidup jadi mudah,dengan seni ilmu jadi indah,dengan agama ilmu menjadi terarah.Mudah,indah,terarah merupakan tiga hal yang selama ini menjadi pilar bahagia 
“ Ilmu dan seni tanpa agama, jadinya tabu. Agama dan seni tanpa  ilmu, jadinya ragu. Agama dan ilmu tanpa seni, jadinya kaku. Tabu, ragu, kaku”. Rasanya tiga hal itulah yang selama ini menjadi sebab lahirnya penyakit galau.
”Saudariku,bermimpilah yang hebat,jangan mau mimpi yang biasa-biasa.
Ilmu itu mengangkat derajat orang yang mempelajari, memudahkann orang yang mengamalkan, makin bertambah jika dibagikan, dan akan abadi jika dituliskan. Ilmu itu mencahayai geapnya peradaban, membalik nasib menuju keberkahan, dan memantik hadirnya kebahagiaan.
Ilmu itu makin dalam dipelajari, makin terasa bodohlah orang yang mempelajari. Jika kau sok pintar curigalah, mungkin otakmu masih bebal. Jika kau sok tau, curigalah mungkin ilmumu masih dangkal. Jika kau merasa benar sendiri, curigalah mungkin kau masih sedikit menggunakan akal.
“Saudariku, bermimpilah yang hebat, jangan mau mimpi yang biasa-biasa. Karena Kuasa Tuhan kita luar biasa. Jangan punya mimpi yang yang rendah, karena itu berarti keyakinan kita pada kuasa Tuhan juga rendah.”-Ahmad Rifa’i Rif’an
Masing-masing kita punya kelebihan, juga punya kelemahan. Optimalkan kelebihan yang dikaruniakan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita terus mengumbar kelemahan sehingga tak tersadari, bahwa dalam diri kita ternyata tersimpan kelebihan yang berpotensi mendahsyatkan hidup kita.
Ada banyak manusia yang dikaruniai keterbatasan tetapi dengan pedenya menyimpan mimpi yang yang melambung tinggi. Baginya, keterbatasan yang ia miliki tak sedikit pun menjadi penghalang baginya untuk berubah. Baginya, Tuhan menetap kan nasib manusia berdasarkan harapan dan upaya yang dimilikinya.
Hidup bukan untuk disesali, tapi untuk diperjuangkan. Baginya, hidup bukan untuk diratapi tapi untuk dijawab dengan tindakan. Hidup bukan hanya untuk ditangisi, tapi untuk dipecahkan dengan tindakan nyata.
Lalu, adakah cara agar impian muluk yang sudah terlanjur namun dalam jiwa bisa menemukan jalan perwujudannya? Paling tidak ada lima cara yang diberikan Tuhan agar segala hajt baik yang kita punya, memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan Tuhan yaitu, menyelaraskan impian, hadirkan manusia-manusia keramat, action, gratitude, dan pray.
Jika terpaksa kita harus membenci sebuah kata, saran saya bencilah kata “rata-rata”. Jadi orang rezekinya rata-rata, prestasinya rata-rata, nilainya rata-rata, konstibusinya rata-rata, idenya rata-rata, tampangnya rata-rata, jabatannya rata-rata, kerjanya rata-rata, gajinya rata-rata, amalnya rata-rata, perjuangannya rata-rata.
Padahal karunia Tuhan pada manusia adalah sesemourna-sempurnanya harusnya prestasinya juga melejit, rezekinya melangit, kala gagal segera bangkit, sekali hidup harusnya rezekinya hebat, prestasinya mantap, dan konstribusiya dahsyat.

BAGIAN 2
SUCI CINTANYA

“Alangkah sayangnya jika hubungan yang sakral seperti pernikahan, tak dibarengi dengan restu dua manusia keramat yang selam ini menjadi perantara hadirnya ridh Tuhan.”
Ada banyak sekali  kisah dimana Rasulullah yang meneladankan bahwa sang anak berhak memilih calon pendamping hidupnya. Sang anak punya hak untuk berbeda pilihan dengan orang tuanya. Karena sering kali orang tua punya alasan subjektif dan kurang rasional terkait penolakan terhadap kekasih yang telah dipilih oleh anaknya.
Maksud alasan yang sangat tidak rasional karena dalam Islam tak pernah sekali pun diajarkan demikian. Selain alsan yang tak rasional, ada pula alasan-alasan subjektif yang membuat orang tua tak setuju. Misal, orang tua dengan calon besan punya masalah pribadi di masa lalu. Hal itu akhirnya yang membuat hubungan mereka juga berdampak dan dilanjutkan secara turun-temurun. Ini alasan subjektif, atas alasan itu kita diperbolehkan untuk berseberangan deanga orang tua.
Tapi yang harus diingat, bagaimana pun sikap orang tua pada kita, kita tetap berkewajiban untuk menghormati, tidak boleh memusuhi, dan tidak boleh dendam. Bahkan oleh Allah seandainya ada orang tua yang kufur, kita masih dinasihatkan untuk menghormati mereka itulah indahnya ajaran islam.
Alankah sayangnya jika demi cinta pada seorang kekasih lantas mengorbankan cinta pada kedu orang tua. Ada banyak sekali kisah dimana rasulullah yang meneladankan bahwa sang anak berhsk memilih cslon pendsmping hidupnya.
Katakan ‘I love you’ sejuta kali, tak secuil pun kukorbankan hatiku untukmu. Katakan ‘ijab kabul’ sekalikan kuserahkan seluruh jiwa ragaku untukmu. Kiimkan jutaan bait romantis untukku, sedikit pun ku takkan terkesima olehmu. Tapi ucapkan sepatah kata penghalalan didepan waliku, seumur hidupku akan selalu mengagumimu.
 “Menanti jodoh, rezeki, kematian, bukan dengan diam pasrah menunggu. Nantilaj dengan berperilaku yang baik, berprasangka baik dan memohn yangbaik. Tuhan hanya menjodohkan manusia dengan orang yang tepat baginya.”
Rahasia terbesar pembuka pintu jodoh adalah senantiasalah berbuat baik, cukup hanya itu saja. Apakah benar bahwa ‘menanti’ adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh oleh muslimah untuk ‘menjemput’ jodohnya?
Saudariku, kalian dicipta bukan hanya untuk menanti dipilih oleh ara lelaki. Kalian juga berhak memilih. Terkadang ada lelaki saleh yang tak agresif menjemput wanita salehah. Kadang ada beberapa lelaki yang baru tertarik ketika ia mengetahui ada seorang wanita  baik-baik yang mengharapkannya jadi kekasih halalnya. Apkah kalian tak menyayangkan kesempatan itu?
Saudarku. Jika ada beberapa di antara kalian yang sudah siap untuk menikah, siap dalam arti kalian sudah tak tertarik menjalin hubungan selaain nikah, jangan kalian pasif. Jika ada lelaki yang sudah kalian yakini bisa membimbingkan, memimpin, menjadi imam yang baik bagimu, sampaikan niatmu untuk menikahinya. Karena barangkali lelaki saleh itu masih bimbang menyampaikan padamu, takut kau akna menolaknya.
“Dari Tsabit Al Bunani, dia berkata, ‘Aku pernah beraa didekat anas bin malik dandisampingnya ada anak perempuannya. Datang seorang perempuan dan ia berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau mau kepadaku?’ Mendengar hal ini putri Anas berkata ‘Alangkah sedikit rasa malunya, sungguh memalukan.’ Anas berkata , ia lebih baik dari kamu. Ia senang pada Rasulullah lalu menawarkan dirinya untk beliau.” (HR. Bukhari)
“Sebagaimana Khadijah, jika ada lelaki saleh yang sudah kalian yakini bisa membimbing, memimpin, menjadi imam yang baik bagimu, sampaikan niatmu untuk menikahinya. Karena barangkali lelaki saleh itu juga sedang menunggumu.”
Apakah benar bahwa ‘menanti’ adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh oleh muslimah untuk ‘menjemput’ jodohnya?
Kalian dicipta bukan hanya untuk diam menanti dipilih oleh para lelaki. Kalian juga berhak untuk memilih.
“Rumah tangga yang bahagia ternyata bisa dibangun oleh seebuah rasa kagum. Meski belum disatukan oleh rasa cinta.”
“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun. Inta adalah putra dari kecocokan jiwa dan jikalau itu tiada, cinta takkan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan miliyaran.”-Kahlil Gibran
“Kontribusi ternyata bisa dimulai dengan belajar berbagi dengan istri. Jadi imam abadi yang membimbing sang makmun yang dicintai agar selamat dari dunia hingga kelak dialam abadi.”
Pembentukan karakter antara muslim dan muslimah akan lebih utuh ketika keduanya telah bersama.
 “Orang yang saat ini tak punya kesabaran dalam menerima kekuranganmu, tak punya hak berbahagia dalam kesuksesanmu kelak. Inta itu menerima kekurangan dengan keikhlasan, mendampingi yang dicintai dalam berproses, lalu bersama menikmati kebahagiaan saat sukses.”
Nikah adalah penyempurnaan agama . Coba lihatlah  sejenak jemati tanganmu, disatu lengan kau punya lima jari, itu petanda rukun islam yang harus kau pegang teguh. Namun tahukah kau kenap lima jemari itu dicipta dengan bersela?
Ya, agar tiap selanya kelak akan digenapi oleh sela jemari yang lain, yakni jemari kekasih yang sudah dipersiapkan oleh Tuhan. Jemari itu lantas bergandeng erat, lekat, lalu berjalan melintasi usia yang tersisa dengan bersama hingga meraih jannah.
“Nikah itu perjanjian sakral yang menuntut pertanggung jawaban setelah menikah. Maka jika engkau menyatakan siap menikah, itu artinya kau juga siap menanggung segala resiko segala usai nikah.”
Jika hak senatiasa diajukan lantas mrngabaikan kewajiban yang terbeban itulah salah satu bentuk penzaliman terhadp pasangan.
Pacarmu belum tentu jodohmu. Jangan jatuhkan cintamu kepada orang yang belum halal bagimu, hanya kaena satu alasan bahwa dia belum tentu jodoh terbaik yang dipersiapkan oleh Tuhan untukmu.
Jika kau memiliki rasa cinta yang hebat kepada seseorang, bangunlah ditengah malam lalu panjatkan doa padanya, “Tuhan, jika dia orang baik bagi kebaikan agamaku, duniaku, dan akhiratku, tolong pertemukan kami dalam bingkai yang halal. Tapi jika dia orang yang bakal meruntuhkan agamaku, melemahkan duniaku, dan menyengsarakan akhiratku, tolong jauhkan hamba darinya dengan caramu.” Biarkan tuhan yang maha memilihkan.

BAGIAN 3
LUAS PENGARUHNYA

“Mereka mapu menangani gejolak jiwa dengan menyirami benih impian yang ada. Masalah boleh datang, tapi cita-cita jangan sampai goyang. Ujian boleh hadir, tapi impian jangan samapai mati.”
Jangan pernah berpikir bahwa orang besar yang namnaya kita kenal dalam sejarah adalah manusia sempurna yang tak pernah sekalipun menemui masalah dalam hidupnya. Jangan pernah berpikir orang hebat yang namnya terukir dalam lembar sejarah dunia adalah manusia super yang tak pernah sekalipun menjumpai titik jenuh dalam hidupnya.
Mereka tetaplah manusia biasa yang bisa terkena dampak dan efek dari perubahan hidup yang senantiasa tak pasti. Tapi mereka survive mereka tetap bertahan didalam guncangan dahsyat tang menimpanya. Masalah hidup yang menggooyahkan wilayah cita-cita yang jiwa mereka. Mereka besar karena memelihara cita-cita yang besar. Mereka hebat karena selam hidupnya mempertahankan impian yang hebat. Mereka mampu menangani gejolak jiwa dengan menyirami benih impian yang ada. Masalah boleh datang, tapi cita-cita jangan sampai goyang. Ujian boleh hadir, tapi impian jangan samapi mati.
Kualitas masa depan seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas impian dan cita-cita yang ada dalam orang tersebut saat ini atau dalam kalimat lain, kualitas manusia sangat ditentukan oleh kualitas apa yang sedang ditunggunya saat ini. Ada yang sedang menunggu hal yang besar, ada yang hanya menanti sesuatu yang sangat sederhana. Hal itu yang kelak akan membedakan tingkat kehebatan dan kesuksesan masing-masing orang tersebut.
Bahkan ada orang yang saat ini tidak tau akan menunggu apa. Ia hanya menjalani hari-harinya untuk ngerjain dan mikirin apa yang ada didepannya kini, tanpa menyimpan sebuah harapan dimasa depannya dan biasanya, orang seperti ini pada momentum tertentu pasti akan menjumpai ttik jenuh hidupnya. Pasti suatu saat ia akan menyadari bahwa dunia tak mungkin dicipta dengan tujuan yang sesederhana yang ia kerjakan. Pasti suatu saat ia menyadari bahwa hidup tak mungkin dicipta untuk tujuan yang sesederhana itu.
Orang besar impiannya besar, biasanya ia menyimpan impian yang tak hanya berisi kebaikan bagi dirinya sendiri atau keluarganya saja. Orang besar biasa menyimpan mimpi yang punya dampak besar bagi lingkungan yang lebih besar. Bisa dalam lingkup daerah, dalam lingkup provinsi, nnegara, atau bahkan dunia. Sehingga kesuksesannya membeti dampak yang jauh lebih luas.
Impian besarnya itu yang telah mengalahkan kesenangan dan kebahagiaan dirinya. Jadilah ia lilin, yang rela melelehkan dirinya demi menerangi sekitarnya. Ia tak peduli lagi dengan ‘kesenangan’ diri, yang ia tau ia sangat bahagia ketika mampu bermanfaat bagi sekitarnya. Ia sangat berbahagia ketika bisa berkontribusi lebih bagi sekitarnya. Itulah yang selam ini say salut dari para pahlawan. Naluri cintanya benar-benar total. Jangankan harta, bahkan nyawa pun tak segan ia hibahkan.
Tak heran juka seorang aktivis sebuah pergerakan diTimur Tengah sampai berwasiat, “ Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan mati sebagai orang kerdil. Tapi orang yang hidup bagi orang lain, akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar.” Jika jiwa kepahlawanan ini sudah hadir dalam jiwa, tak susah rasanya menjumpai keadilan baik dalam lingkup wilayah atau negara.
Orang biasa tetapi melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar, itu yang lebih kita butuhkan dibandingkan orang-orang yang kelihatannya besar, tapi hanya mampu melakukan pekerjaan yang remeh.
Kehidupan the perfect muslimah bukan untuk dikagumi, tapi untuk diteladani. Bukan untuk disanjung-sanjungkan, tapi untuk dihikmati. Bukan untuk dipuji-puji, tapi untuk dijadikan pedoman untuk menggapai kualitas pribadi yang makin berkembang dari waktu ke waktu.
Hampir semua orang yang bisa survive didunia ini tak lepas dari impian yang ada dalam pikiran.
Jadilah ia lilin yang rela melelehkan dirinya demi menerangi sekitarnya. Ia tak peduli lagi dengan ‘kesenangan’ diri.
Perempuan itu hanya punya mimpi yang tinggi. Ia ingin agar kedua putra-putrinya bisa meraih pendidikan tinggi.
Dengan perjalanan hidup yang berliku itu tuhan hendak mendidik sang ibu agar kelak bisa menjadi teladan hebat bagi kedua anaknya.
“Memang seperti iyulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu, sampai perhatianmu, berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah, tentang umat yang kau cinta.”-KH. Rahmat Abdullah
Padahal pengembangan risalah dakwah islam tak bisa dilepaskan dari peran kaum wanita. Kesuksesan dan akhlak orang beriman adalah cara dakwah ynag juga sangat elegan.
“Kemarin aku begitu cerdas, maka aku ingin mengubah dunia. Kini aku menjadi bijak, maka aku pun mengubah diriku sendiri.”-Jalaluddin Rumi
Jika kebaikan disampaikan dari lisan orang yang tak melaksanakan kebaikan, kira-kira apa dampaknya? Paling tidak akan tidak timbul dua mudharat. Pertama, orang yang menyampaikan kebaikan tapi tak melakukan kebaikan itu akan dilaknat oleh Tuhan karena kemunafikan yang bersarang didadanya. Tahulah kita  bahwa kemunafikan adalah ketika lisan dan iwa saling bersebrangan. Ucap dan sikapa salng berawanan.
Ampak kedua, bisa jai kebaikan yang tersampaikan justru terkena imbasnya. Kebaikan itu bukannya menjadinasihat, karena orang-orang akan punya peluang untuk berdalih, “Ngapain kita ngamalin nasihatnya, toh ustaznya saja enggak ngelaksanakannya!”
Tatkal diri sudah memilih untuk menjadi penyampaian kebenaran, jagalah diri dari pelanggaran terhadapnya. Bisa jadi seucap nasihat malah melemparkan kita menuju laknat. Bisa jadi serangkai kalimat kebenaran malah membuat jalan dakwah semakin gersang.
Jika orang baik hanya bungkam, lalu dari lisan siapa kebenaran akan tersampai? Jika orang saleh hanya berdiam diri didalam bilik mushala sambil mberasyik dengan shalat dan zikir, lalu dari lisan siapa dakwah akan terlahir? Jika orang benar tak mau menulis, lalu dari jemari siapa lagi kebenaran akan abadi?
Sukseskan diri, sukses dunia, dan sukses akhirat. Kesuksesan dunia adalah salah satu media mencari nikamat akhirat. Janagan terlalu pusing dalam memaknai sukses. Sukses itu hebat finansialnya, indah akhlaknya, bermanfaat bagi sesama, diakhirat masuk surga, sukses sempurna.
Kalau kebaikan sudah tersebar, insya allah perlahan kemungkinan akan memudar. Dakwah yang baik menurut saya tidak hanya dengan nahi mungkar, tapi juga harus amar makruf. Bykan hanya mengobrak-abrik tempat maksiat, tapi juaga membangun tempat belajar, sekolah gratis, pesantren, taman baca, itu juga harus dibetulkan, itulah keseimbangan.
Saat kita memilih menebar nasihat dan inspirasi kebaikan. Tuhan ‘memaksa’ kita untuk penjadi pengamal pertama dari apa kita nasihatkan.
Dengan pola hidup kita yang parah dengan prestasi yang buruk kita sebenarnya merusak jalan dakwah itu sendiri.
“Pancarkan kilau Islam dengan akhlakmu. Bukan hanya dengan keras meneriakkan ‘syariat’ lantas mengabaikan akhlak. Islam adalah pembawa keselamatan. Jika kau berislam, itu artinya kau telah mengikrarkan diri bahwa kau menjamin keselamatn sekitarmu dari lisan dan tanganmu. Batal keislaman kita ketika sesama justrumerasa terancam oleh kehadiran kita. Islam itu indah , pancarkan indahnya dengan akhlakmu.”
“Salah satu motivasi yang bijak ketika hendak memutuskan jadi wanita karier adalah sebagai media aktualisasi diri. Mereka membuktikan bahwa dirinya mampu berkontribusi dan berprestasi sebagaimana kaum lelaki.”
Salah satu motivasi yang bijak ketika hendak memutuskan jadi wanita karier adalah sebagai media aktualisasi diri. Mereka membuktikan bahwa dirinya mampu berkontribusi dan berprestasi sebagaimana kaum lelaki. Sebuah prestasi yang harus diapresiasi ketika seorang wanita yang mampu berprestasi ditempat kerjanya, disisi lain juga tetap menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya, istri yang baik bagi suaminya, serta mampu mengurus kewajiban rumah tangganya dengan baik. Mereka mampu membantah banyak anggapan bahwa wanita karier identik dengan ibu rumah tangga yang tak perhatian dan mengabaikan keluarganya.
Hidup hanya sekali, jalanilah kehidupan yang kau sukai. Saat kau ngerjain apa yang kau sukai, kita tak akan merasa telah bekerja. Kita merasa sedang bermain-main saja. Temukan passinmu, gapai imipianmu. Ini ciri pekerjaan yang paling sesuai bagi kesejahteraan rezekimu yaitu, yang kau nikmati, yang menghasilkan, yang bermanfaat bagi sesama, dan yang disukai tuhan.
Jangan pernah mengejar nama baik dan popularitas. Asal allah ridha. Asal itu benar, lakukan!
Ketika banyak yang bertanya, “Apa nggak sayang kuliah setinggi itu tapi pada akhirnya hanya jadi ibu rumah tangga?” seorang muslimah sejati tak akan enggan untuk menjawab, “I’m a full time mom and wife at home, and I love it.”
Bukan sekadar demi profesi tapi menjadi ibu yang menginspirasi tidak hanya mencetak prestasi tapi juga mencetak hebatnya generasi.
“Seimbangkah orsng tus kehilangan anak, dibandungkan dengan uang dan kepiuasan pribadi tambahan karena bekerja?”
“Banyak wanita yang karena sifat feminimnya, lalu merasa diri lemah, mudah mengeluh, mudah menyerah, mudah putus asa. Padahal masih muda. Tak malukah pada nenek yang kisahnya cukup menohok ini?”-Ahmad Rifa’i Rif’an
Ia berprinsip pantang untuk meminta-minta selagi raga masih mampu untuk bekerja. Pantang untuk membebani orang lain jika diri masih bisa berupaya.
Jiwa seperti ini yang mulai luntur dari generasi masa kini. Banyak yang karena merasa jadi wanita, lalu merasa diri lemah dan nggak pede dia bisa berusaha. Ada yang mudah ngeluh, mudah nyerah, mudah putus asa. Padaha ia masih muda. Tak malukah pad cerita nenek yang kisahnya menohok ini?
Sebagai seorang nenek yang sebatang kara, ia punya kesempatan untuk jadi peminta-minta. Tapi itu tak dilakukannya. Ia bahkan bekerja keras bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk cucu yang sangat dicintainya. Berkat upayanya itu, ia pun bisa menikmati hari tua dengan bahagia. Mengisi hari-harinya untuk fokus mengabdi dan beribadah kepada allah.
Ada yang mudah ngeluh, mudah nyerah, mudah putus asa, padahal ia masih muda.
“Ambilah hikmah dan tak perlu kau risaukan dari nama hikmah itu keluar.”
“Khadijah binti Khuwailid adalah seorang perempuan pedagang yang mulia dan kaya raya. Dalam mengelola perdagangannya, dia memperkarjakan kaum lelaki untuk menjualkan barang-barang dagangannya dengan memberikan kepada mereka sebagian dari keuntungan yang diperoleh.”-HR. Ibnu Ishaq
Berkontribusilah untuk mengurangi jumlah pengangguran yang terus bertambah. Mereka benar-benar igin fokus membesarkan usaha yang menjadi passion mereka.
“Ada sekelompok orang yang merelakan hidupnya hanya terabai dalam lembar sejarah, tapi ada pula yang menoreh prestasi dan kontribusi besar sehingga dunia merasakan kemanffatannya.”
Ada yang nulis karena murni tujuannya untyk dakwah. Bahkan seluruh royalti disumbangkan tanpa diketahui oleh satu pun pembacanya.
Yang penting tulis semua yang dipikirin. Nah, setelah proses penulisan selesai. Barulah kita ngerapiin semua tulisan kita yang masih berantakan itu.

BAGIAN 4
INDAH AKHLAKNYA

“Mandiri merupakan akhlak yang sangat dihargai oleh tuhan. Orang yang mandiri akan terjaga martabatnya. Orang yang mandiri akan dihargai oleh sesamanya.”-Ahmad Rifa’i Rif’an
Pola hidup yang makin modern ternyata memuppuk banyak anak mudanya menjadi generasi yang cengeng dan punya tingkat kebergantugan yang tinggi pada pertolongan orang lain.
Untuk menjaga independensi dan kebebasannya dalam menyampaikan nasihat, sang ulama lebih memilih untuk hidup mandiri.
“Fai, aku khawatir dengan dia. Ia terlalu baik pada semua orang. Kutakut kebaikannya itu suatu saat dimanfaatkan oleh orang yang punya niat buruk padanya.”
Gadis itu merutinkan puasa senin-kais. Hampir tak pernah sekali pun meninggalkan tahajud. Tiap pagi tak pernah lupa memulai pagi dengan dhuha. Selalu berusaha shalat tepat waktu dan berjemaah. Sesibuk apa pun, selalu menyempatkan rawatib.
Dulu saat masih bujang, saya selalu tergisng sabda Tuhan dalm Kitabnya, bahwa orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. Yag buruk akan dipertemukandengan yang buruk. Saat saya ingin mendapatkan gadis yang merutinkan ibadaha, b, c, dan d, saya pun harus berupaya untuk merutinkan ibadah a, b, c, dan d. Saat kita menginginkan jodoh yang saleh, jangan pernah letih untuk berupaya menyalehkan diri. Saat kita hendak mempersunting seorang gadis yang baik, kita juga kudu memperbaiki diri.
“Kalau wanita berakhlak baik dan berpikir positif, maka ia adalah angka 1 kalau ia juga csntik maka imbuhkan 0, jadi 10. Kalu ia juga punya harta, imbuhkan  lagi 0, jadi 100. Kalau ia cerdas, imbuhkan lagi 0, jadi 1000. Jika seorang wanita memiliki semua tapi tidak memiliki yang pertama maka ia hanya”000”, Tak bernilai sama sekali.”-Al-Khawarizmi
“Para muslimah berhak meraih kehebatan dunia dan akhirat. Rebutlah gelar kehormatan itu dengan ngotot meraih impian hebat yang sudah kau cita dan idam-idamkan.”-Ahmad Rifa’i Rif’an
Kita dipersilakan oleh tuhan untuk berharap yang muluk, bermimpi yang muluk, serta berdoa yang muluk. Asal ada kemauan, disana pasti tersimpan jalan. Asal ada keinginan, pasti akan ada peluang.
“Penantian seorang muslimah adalah dengan senatiasa memperbaiki diri. Ketika yang ia damba adalah kekasih yang saleh, mak tiap saat ia tak henti untuk menyalehkan diri. Karena Tuhan hanya akan menjodohkan seorang dengan orang yang tepat baginya.”-Ahmad Rifa’i Rif’an
Agama mengajarkan, jika kita ingin berjodoh dengan yang saleh, langkah pertama yang harus kita tempuh adalah dengan menyalehkan diri. Bila kita bercita0cita ingin berjodoh dengn orang yang rajin dhuha, kita pun harus merajinkan salat dhuha. Jika kita bercita-cita ingin berjodoh dengan orang yang rajin puasa sunah, kita pun harus merajinkan puasa sunnah. Apabila kita bercita-cita ingin berjodoh dengan orang yang rajin tahajud, sedekah, tilawah, dakwah, kita pun merajinkan seluruh ibadah-ibadah itu.
Jika berharap Tuhan menurunkan kekasih yang rajin ibadah A,B, , dan D, kita harus mulai menjemput jodoh hebat tersebut dengan cara merajinkan ibadah A, B, C, dan D.
Upaya terbaik menanti jodoh bagi seorang muslimah adalah dengan menjaga diri sebaik-baiknya dan mengisi waktu penantiannya dengan ibadah dan kesalehan.
“Senantiasalah berpikiran positif. Ambil sisi hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa itu. Selalu tanmkan pertanyaan ini dalam benak teman-teman ‘Apa yang bisa saya pelajari dari kejadia ini, yang bisa membuatku lebih baik dihari esok?’”-Ahmad Rifa’i Rif’an
Ada banyak sekali kejadian disekita kita yang bisa kita jadikan teladan dalam hidup. Pernah dengar seorang bapak  yang kecelakaan ddan terpaksa kehilangan satu kakinya? Kejadian itu tidak membuatnya putus asa. Jiwa sosialnya justru lahir, bapak itu berkreasi untuk membuat kaki palsu. Tak hanya ituu, ia pun berkomitmen membantu orang-orang yang mengaami peristiwa yang sama sengan menyumbangkan kaki palsu secara gratis bagi mereka. Jiwa kepahlawan justru lahir saat peristiwa yang bagi banyak orang tak begitu menyenangkan hadir.
Jadilah muslimah yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Jangan statis. Tiap hari pasti selalu ada kejadian yang bisa kita ambil hikmahnya. Mulai kini, senantiasalah berpikiran positif. Ambil sisi hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa itu. Selalu tanamkan pertanyaan ini dalam benak teman-teman, “Apa yang bisa say pelajari dari kejadian ini, yang bisa membuatku lebih baik dari hari esok?”
Insya allah dengan cara dan pola pikir semacam itu, kita akan menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Karena kita belajar dari kampus terbesar yang menyajikan kuliah terhebat. Inilah kampus kehidupan.
Seburuk dan sekecil apa pun peristiwa itu, pasti menyimpan sisi hikmah yang luar biasa besar jika kejadian itu direnungkan dan ditafakuri.
“Wanita-wanita yag keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan  laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adala untuk wanita-wnita yang baik (pula).”-QS. An-nur:26
Tapi yang harus senantiasa diyakini, bahwa kesalehan tak pernah memberi dampak, kecuali kebaikan dan kemuliaan. Keimanan selalu membawa perbaikan derajat kita, nbaik dihadapan sesama, maupun dihadapan allah. Jangan pernah risau dengan jodohmu. Kemuliaan dirimu disisi tuhan tak kan pernah terpegaruh oleh keluargamu, kekasihmu, anakmu, sahabatmu. Kemuliaan dan derajatmu disisi tuhan ditentukan oleh kadar iman, tingkat takwa, serta akhlakmu pada tuhan dan sesama.
Seperti halnya dengan asiah yang diuji allah dengan suami yang durhaka. “an allah membuat istri firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata, ‘Ya tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah disisimu dalam surga dan selamatkanlah aku dari firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim’.”(QS. At-tahrim:11)
Begitulah karena asiah orang yang baik, allah pun meninggikan derajat asiah disurga dengan menghadirkan firaun yang sok kuasa. Allah hendak memuliakan asiah dengan ujian kekuasaan dan harta yang dimiliki oleh suaminya. Dan asiah lulus, sehingga  menjadi rendah dan murahlah semua harta dan kemewahan firaun dimatanya. Kini, kita pun mengenang asiah sebagai perempuan yang hebat, yang layak menjadi teladan bagi wanita yang lain.
Allah tak mungkin merendahkan orang yang sudah berkenan memperbaiki diri. Allah tak mungkin ‘menyengsarakan’ orang yang menyalehkan diri.
“Siapa pun kelak jodoh yang doihadirkan oleh allah untukku, semoga cintaku padanya diatas cinta-cinta pada selainnya.”
“Semoga dengan menjaga kejujuran, kelak kita akan dikaruniai Allah generasi yang hebat. Generasi yang memberi bobot bagi bumi dengan ketauhidan. Generasi yang menjadi cahaya ditengah buramnya zaman.
Jujur, sifat inilah yang haru kita tanamkan dalam jiwa kita. Petuah, “Ynag curang aja susah makan, apalagi yang jujur!” adalah kalimat para pecundang yang pesimis dengan janji allah. Sejak Nabi Adam sampai sekarang, belum ada satu pun kisah kecurangan yang menghasilkan manusia yang hebat dalam sejarah. Justru kedustaan, kecurangan, kezaliman, kebohongan, penipuan, selalu diganjar oleh allah dengan ketidaktenangan dalam hidup. Hidupnya selalu diliputi kesedihan, keraguan, musibah, serta akhir yang buruk.
Islam mengajarkan kita untuk senantiasa memperjuangkan nilai-nilai integritas. Kejujuran adalah yang utama. Jujur pada diri, jujur pada sesama, jujur pada tuhan. Itulah yang membuat hati kita bahagia. Jiwa yang jujur pasti senantiasa dikaruniai ketenangan dalam hidup, kebahagiaan, keberkahan. Itulah sebabnya kenapa orang yang hidupnya sederhana tapi memegang nilai kejujuran, hidupnya jauh lebih nikmat dibanding para pendusta. Koruptor meskipun rekeningnya miliaran, tapi hidupnya jauh dari ketenangan.
Jujur inilah sifat yang selalu senantiasa terjaga. Semoga dengan menjaga kejujuran, kelak kita akan dikaruniai oleh aalh generasi yang hebat. Generasi yang memberi bobot bagi bumi dengan ketauhidan. Generasui yang menjadi cahaya ditengah buramnya zaman. Sampai kapan pun, percayalah petuah ini.
Kejujuran adalah yang utama. Jujur pada diri. Jujur pada sesama. Jujur pada tuhan. Itulah yang membuat hati kita bahagia.
Orang yang hidupnya sederhana tapi memegang nilai kejujuran, hidupnya jauh lebih nikmat dibanding para pendusta.
“Sekecil apa pun godaan yang datang, jika manusianya sudah memutuskan untuk menyerah pada hawa nafsu, maka tak butuh waktu lama untuk terhanyut.”
Tak takutkah kau pada tuhan jika kau menghadapnya sementara dirimu dalam keadaan kotor dan hina?
Jika penggoda nafsumu adalah kecanntikan. Katakan pada jiwa bahwa indahnya paras hanyalah perpaduan bentuk belulang dan kontur kulit diwajah, yakinlah bahwa kenikmatan memandang ‘wajah’ Tuhanmu kelak jauh lebih menggiurkan.
Jika goda yang berbahaya bagi nafsumu adalah kekayaan, percayalah, rasa syukur dalam jiwalah suber kebahagiaan. Bukan kuantitas yang utama adalah keberkahan dalam tiap keringat yang berpayah mencari nafkah demi cinta pada agama dan sesama.
Jika penggoda nafsumu adalah kehormatan. Yakinlah , apalah arti dihormati seluru makhluk dibumi jika penciptamu justru memurkai? Apa arti disanjung dan dipuja oleh manusia jika yang Maha Pencipta justru marah?
“Pelangi kebahagiaan seolah berada diketinggian yang tak mungkin terjangkau. Padahal ia berada dalam jiwamu. Pada kesedehanaan, penerimaan yang ikhlas, rasa syukur, serta kedekatan diri dengan sang pemilik umur.”
Jangankan membailik nasib kita, bahkan menjungkirbalikkan dunia ini saja sangat mudah baginya. Maka banyak-banyaklah meminta padanya.
“Jangan sampai memutuskan berkah didalam rumah tangga yang kelak tervbentuk dengan proses nikah yang tak syar’i. Sungguh, rumah tangga yang dimulai dengan pernikahan yang baik, alkan menghadirkan kebehagiaan dunia akhirat.”
“Wanita seperti rumput. Akan melengkung oleh semilir angin, tapi tidak akan patah oleh badai.”-Helena lair
Rumah tangga yang disakinahkan oleh allah adalah rumah tangga yang sejak awal hubungan mereka, sudah dibangun dengan cinta yang suci.
Jangan biarkan siapa pun merbut kebaikan, kesabaran, ketenangan, ketaatan, ketaqwaan, keimanan, kebijaksanaan yang ada dalam dirimu.
“Sering kali yang kusaksikan, akhlak perempuan itu laksana lebah, yang tak enggan memberi madunya ketika mencinta dan tak segan menyengat saat terluka.”
“Ada yang saat tiada, semuatangan diangkat memanjatkan doa. Ada yang saat tiada, banyak lisan yang membicarakan keburukan dan kejekannya. Kira-kira, kita termasuk yang mana?”
Semoga segala ilmunya jadi jariah, semoga pahalanya mengalir mencahayai kuburnya hingga meraih jannah.
Orang-orang besar yang namanya abadi dipanggung sejarah adalah para pengabdi.

BAGIAN 5
TEDUH PARASNYA

Ada paras yang saat dipandang menyenangkan, lama dilihat nggak bikin penat. Itulah paras yang senantiasa terbasugh oleh siraman wudhu, bercahaya oleh khusyuknya ibadah, keningnya diperindah oleh nikmatnya sujud.
Auratnya terjaga, pergaulannya terjaga perilakunya terjaga, matanya berkilau oleh air mata takwa, bibirnya basah dengan untaian petuah, rambutnya tertutup oleh juluran jilbabnya. Bicaranya dakwah, pendengarannya tilawah, gerakannya jihad fii sabilillah, hatinya penuh zikir, otaknya penuh pikir, dipercantik oleh terjaganya lahir.
“Dianjurkan untuk menikahi wanita yang jelita, kecuali jika terjadi kontradiksi antara wanita yang cantik jelita namun tidak saleh dan wanita yang saleh namun tidak cantik jelita. Jika keduanya sama dalam hal kesalehan, maka yang cantik jelita lebih utama (untuk dinikahi).”-Ibnu Hajar
Tidak masalah mencari yang cantik, karena sudah jadi fitrah manusia suka dengan keindahan. Lagi pula istri yang cantik itu menyehatkan mata. Alam kajian kitab Nashaihul ‘’Ibad dijelaskan, bahwa ada tiga cara alami nyehatin mata  yaitu, sering liat air jernih mengalir, sering liat hijau daun yang ranum, dan sering liat paras istri yang cantik atau suami yang tampan.
Imam Ghazali dal kitab Ihya’ ‘Ulumuddin juga menyebutkan bahwa ada delapan perkara yang perlu deperhatikan tatkala hendak memilih pasangan hidup, antar lain
1.      Kesalehan dalam beragama
2.      Berakhlak mulia
3.      Memiliki keelokan wajah dan fisik
4.      Tidak menuntut mahar yang berlebihan
5.      Berpontensi untuk memiliki banyak anak
6.      Masih lajang
7.      Berasal dari keluarga terhormat
8.      Tidak berasal dari keluarga dekat

Sedangkan Imam Ibnu Qudamah menasihatkan, “Hendaklah ia memilih wanita yang cantik jelita agar hatinya lebih tenteram serta ia bisa lebih menundukkan pandangannya dan kecintaanya (mawaddah) kepadanya akan semakin sempurna. Karena itulah disyaritkan nazhar (melihat calon istri) sebelu dinikahi.”

Sekali lagi, ini fitrah manusia yang memang menyukai keindahan. Kaum pria menyukai kecantikan, begitu pun kaum wanita juag menyukai ketampanan. Ibnu Al-Jauzi dalam Ahkaamun Nisa’ juga memberi nasihat pada kaum wanita, “disukai bagi yang hendak menikahkan anak gadisnya agar memilih pemuda yang bagus parasnya. Karena kaum wanita juga apa yang disukai oleh kaum lelaki.”

Tetapi bagaimana pun juga, kesalehan adalah yang paling utama. Jangan sampai mrnyibukkan diri dengan mempercantik paras lantas melupakan memperbaiki akhlak. Jangan sampai menghabiskan waktu  untuk memperindah raga sementara jiwa menjadi pelupa. Karena yang dituntukan oleh agama, akhlak adalah yang pertama dan paling utama. Bahkan rasulullah sudah dengan jelas mewanti0wanti, “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya. Bisa jadi kecantikannya akan menjadikannya hina.” (HR. Ibnu Majah)
Al-Hafizh Ibnu Hajar pun menunturkan sebuah nasihat bijak saat menjelaskan tentang sabda Nabi yang artinya , “Wanita dinikahi karena empat prkara : karena hartanya, karena martabatnya, karena kacantikannya, dan arena agamanya. Hendaklah engkau mendapat wanita yang baik agamanya agar engkkau beruntung dan tidak merugi.” (HR. Bukhari)

Jangan sampai menyibukkan diri dengan mempercantik paras lantas melupakan meperbaiki akhlak.

Nafsu menilai berdasarkan cantik paras dan seksi tubuhnya. Akal menilai berdasarkan brilian otak dan lincah tingkah. Hati menilai berdsarkan indah akhlak dan ilmu agamnya. Turuti ketiganya jika mampu. Jika terpaksa harus memilih, mak utamkan hatimu. Karena ia yang akan menjanjikan kebahagiaan yang hakiki dan abadi.

“Kadang kecantikan hanya menjadikan wanita menjadi makhluk yang angkuh. Kadang kecantikan hanya menjadi ladang dosa. Kadang kecantikan menjadikan wanita selalu mengharap hadirnya sanjung dan puja.”

Allah terkadang menjadikan kecantikan seorang muslimah sebagai ujian bagi orang beriman. Suami adalah satusatunya penikmat kecantikan muslimah yang paling tepat.

“Anak muda yang akan sukses besar tidak mudah silau oleh kecantikan bedak dan sasakan rambut produksi salon. Dia mencari wanita yang indah hatinya, yang manja lebay tapi galak dalam membelanya, yang hati dan matanya dijaga hanya untuknya, yang memelihara kecantikannya yang sedehana itu sampai jauh ke masa tua, yang melahirkan anak-anaknya  yang sehat, cerdas dan lucu, yang akan membantu suaminya menjadi pribadi yang sukses dan berpengaruh dan yang akan menjadi sahat bagi kebahagiaan satu sama lain dalam umur yang panjang dan sehat.”-Mario Teguh

“Jalinan kasih yang dinamai cinta oleh muda-mudi sering kali lahir dari kekaguman atas ketampanan, kecantikan, atau sifat-sifat imitasi yang mereka tampilkan. Cinta semacam ini akan cepat layu, karena seseorang tidak akan mungkin bisa mempertahankan sifat imitasinya sepanjang masa. “-Prof. Quraish Shihab
Mencintai itu keputusan, bukan kebetulan. Cinta akan hadir ketika kita mengizinkan jiwa kita untuk jatuh cinta.
Dengan perilaku dan akhlak yang mereka hadirkan, sudah cukup untuk menjadi petuah dan nasihat yang sangat agung bagi sekitarnya.

Ada  tujuh hiasan indah bagi tujuh hal lainya :
1.      Pantang meminta-minta merupakan perhiasan si miskin
2.      Bersyukur merupakan hiasan bagi anugerah
3.      Sabar merupakan hiasan bagi musibah
4.      Santun merupakan hiasan bagi ilmu
5.      Banyak menangis merupakan hiasan bagi yang bertobat
6.      Menyembunyikan kebaikan merupakan hiasan bagi kebajikan
7.      Khusyuk merupakan perhiasan bagi orang shalat
(Abu Bakar Asy-Shiddiq)
“Sejak lama aku mencari pemuda saleh untuk menjadi pendamping putriku. Dan saat melhatmu, aku yakin engkaulah yang pantas mendampingi putriku.”
“ Tak ada satu produk kecantikan pun yang mampu menandingi aura yang terpancar dari wajah orang-orang yang menjaga wudhunya. Bahkan cahaya yang berasal dari air wudhu tak hanya dirasakan di dunia, tapi sampai akhir kiamat.”
Seindah-indahnya wajah, tak akan pernah mengalahkan keindahan yang hadir dari dalam jiwa.
“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Wudhu memang luar biasa. Wudhu merupakan upaya untuk menjaga kesucian diri. Inilah kosmetik terindah bagi muslimah. Tak ada satu produk kecantikan pun yang menandingi aura yang terpancar dari wajah orang-orang yang menjaga wudhunya. Bahkan cahaya yang berasal dari air wudhu tak hanya dirasakan di dunia, tapi sampai akhir kiamat. Aura itulah yang akan menjadi tanda yang membuatnya mudah dikenali oleh Rasulullah.
“Bagaimana engkau mengenali umatmu setelah sepeninggalamu. Wahai Rasulullah SAW.” Rasulullah menjawab, “Tahukah kalian bila seseorang memiliki kuda berwara putih pada dahi dan kakinya diantara kuda-kuda yang berwarna hitam yang tidak ada warna selainnya, bukankah dia akan mengenali kudanya?” Para sahabat menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata, “Mereka(umatku) nanti akan datang dalam kadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu mereka.” (HR. Muslim)
Keindahan paras oleh sebab basuhan wudhu juga tak lepas dari lunturnya satu persatu dosa yang selama ini kita perbuat dengan organ yang kita basuh. Dosa lisan, dosa mata, dosa tangan, telinga, kaki, semuanya luntur oleh basuhan wudhu.
“Ketika seorang yang berwudhu dan berkumur-kumur, dosa-dosanya akan keluar dari mulutnya. Ketika ia melakukan istinsyaq(memasukkan air kedalam hidung dan mengeluarkannya kembali), dosa-dosanya akan keluar dari hidungnya. Ketika ia membasuh wajahnya maka dosa-dosanya akan keluar dari wajahnya melalui kedua matanya. Ketika ia membasuh kedua tangannya, dosa-dosanya akan keluar melalui kedua bawah kukunya. Ketika ia mengusap kepalanya, dosa-dosanya akan keluar melalui kedua telinganya. Dan ketika ia membasuh kedua kakinya, dosa-dosanya akan keluar melalui bawah kukunya kedua kakinya.” (HR. Muslim)

BAGIAN 6
TEGUH IMANNYA

Ada orang yang namnya tak begitu terkenal oleh penduduk bumi. Tapi sangat diagungkan oleh penduduk langit. Ia dikenal sebagai manusia biasa dihadpan sesama \, tapi ia sangat mulia dihadapan tuhannya.
“Ketahuilah kedudukan anda dimata allah dengan cara melihat tingkat penerimaan masyarakat kepada anda.” Orang tua takut maksiat itu hebat. Tapi kalau ada anak muda takut maksiat. Jauh lebih mantap.
“Orang0-orang ikhlas, ternyata sangat takut pada ketenaran.” Begitu ucap yusuf Al-Qaradhawi dalam buku “ ergi Ikhlas”. Ungkapan senada dengan kalimat berbeda juga pernah terlontar dari dr. Aidh Al-Qarny, penulis Laa Tahzan  sudahlah, jangan pernah mengejar nama baik dan popularitas. Asal allah ridhaa popularitas hanyalah efek sampinng yang kadang jadi media agar kita menjadi teladan bagi sesama.
“Caramu membuat bidadari cemburu adalah dengan mengabdikan sissa hidupmu sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh allah dan rasulnya, hanya itu.”
Melalui ibdah dan ketaatan pada sang suami wanita diberi keutamaan oleh allah bisa masuk surga dari semua pintu.
“Takut dikucilkan, takut sulit dapat jodoh, takut tak dianggap gaul, takut disebut ketinggalan zaman, menjadikan para muslimah reka mengorbankan aturan agamanyaa. Betapa lemah iminnya.”
Huzaqil akhirnya dihukum mati oleh firaun, karena Huzaqil mempertahankan keyakinannya kepada agama yang dibawa oleh Musa as.
Ancaman dikucilkan, diboikot, disiksa, bahkan dibunuh tetapi mereka tak gentar demi memegang erat tali tauhid dalam dadanya.
Adakah harimu terasa sunyi tatkala alunan zikir hanya bergetar dibibori? Jika tidak, ada baiknya jika kau perbaiki pikir. Mungkin telah lama kasih tuha tak hadir.
Adakah kau terasa hampa saat tilawah lama tak menyapa? Jika tidak, ada baiknya perbaiki jiwa. Mungkin telah lama hidupmu hanya dipenuhioleh sibuknya dunia.
Adakah rasa dama saat rakaat demi rakaat salat kau semai? Jika tidak, baiknya kau perbaiki hati, mungkin sudah lama tuhan tak kunjung kau dekati.
Orang beriman, tatklaa kalimat tuhandikumandangkan, hatinya sejuk oleh mata air hidayah. Orang beriman tatkla zikir beralun dari bibir, alunan itu meresonasikan hinngga ke pikir. Orang beriman, saat rakaat shalat dilaksanakan, lahirnya tenagng dalam tumakninah, batinya damai dilingkupi rahmah.
Takut sebagai makna takwa, lebih elegan jika disebut sebagai cinta. Takut bukangemetar lalu menjauhi, tapi justru merasa tenang dengan mentaqarrubkan diri padanya.”
Orang yang mengimani tuhan yang punya peluag yang lebih besar untuk bertahan ditengah guncangan dahsyat yang menempa hidupnya.
Puasa juga membuat jiwa kita kebal terhadap godaan yang disubhatkan, apalagi yang diharamkan oleh allah.
Hakikatnya kita sedang berlomba. Ditempat lain, ada orang yang sedang berjuang dn bekerja keras mengumpulkan harta untuk menebrkan keburukan. Maka jadilah ornag yang bekerja keras dan berjuang mengumpulkan sebanyak mungkin harta untuk menebarkan kebaikan.”
Seorang muslim sudah selayaknya lebih memetingkan penilaina allah ats dirinya dibanding penilaian manusia.

Keserakahan dan kezuhudan tak bisa ditentukan dari jumlah harta.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Billqis Hudaibiyah Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare