Minggu, 03 September 2017

Pemuda SMAN 4

di September 03, 2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

        Pemuda merupakan salah satu unsur  penting dalam kehidupan bernegara. Tanpa ada nya pemuda maka suatu negara tidak dapat menjalani fungsinya dengan baik.Dengan adanya semangat dari para pemuda maka diharapkan negara dapat menjadi sekelompok manusia lebih baik.Masalah pemuda dewasa ini merupakan hal yang sulit untuk diatasi. Banyak dari generasi pemuda dalam masa perubahan dari remaja menuju ke proses pendewasaan diri.
        Masalah-masalah pemuda ini disebakan karena sebagai akibat dari proses
pendewasaan seseorang, penyusuan diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik daripada orang tuanya. Proses perubahan itu terjadi secara lambat dan teratur (evolusi).
        Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai peer group yang memberikan bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya.
       
1.2  Rumusan Masalah

1.Permasalahan pemuda yang ada di SMAN 4 Kota Jambi
2.Penyebab permasalahan yang ada di SMAN 4 Kota Jambi

1.3  Tujuan Penulisan
   Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang  permasalahan yang terjadi di alami pemuda ( Siswa SMAN 4 Kota Jambi), penyebab permasalahan yang terjadi, dan penanganan masalah tersebut.

1.4  Metode Penulisan
Penulisan makalah ini menggunakan metode observasi, yaitu melakukan wawancara kepada Humas dan wakil kesiswaan di SMAN 4 Kota Jambi.



BAB II
LANDASAN TEORI
Pemuda secara harfiah, kamus Websters, Princeton mengartikan bahwa youth yang diterjemahkan sebagai pemuda memiliki definisi : (1) a young person, (2) the time of life between childhood and maturity, (3) early maturity. Sementara itu, International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda (Yosita, 2006).
Secara harfiah youth yang diterjemahkan sebagai pemuda, adalah the time of life between childhood and maturity, early maturity, the state of being young or immature or inexperienced, the freshness and vitality characteristic of a young person . Definisi ini, dapat diinterpretasikan pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, penuh vitalitas, bergejolak dan optimis akan tetapi belum memiliki pengendalian emosi yang stabil karena masa transisional psikologisnya. Peran pemuda selalu sentral dalam perubahan, mengingat dalam jiwa pemuda selalu ada hasrat yang dinamis.Ciri khas dari seorang pemuda adalah semangatnya yang menyala-nyala, bahkan terkadang kurang memiliki perhitungan.Selain itu pemuda juga secara fisik lebih kuat dibandingkan usiausia diatasnya. Sehingga tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa usia muda adalah usia yang paling produktif dalam diri manusia.Masa muda atau masa remaja merupakan proses tumbuh menjadi dewasa. Karena mengacu pada pertumbuhan spesifik.Hal ini bisa berlaku untuk pertumbuhan fisiologis atau sosial, Oleh karena itu perlu untuk menyepakati arti yang lebih khusus.Masa remaja dalam arti sosiologis mengacu pada pengalaman melewati suatu fase yang terletak di antara masa kanak-kanak dan dewasa (Wibawa, 2013).
Pemuda merupakan aset bangsa, bangsa yang kuat dapat diukur dari kekuatan nasionalisme generasi mudanya.Sebagai bagian yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Pemuda mempunyai peran dan posisi yang sangat strategis.Dapat dicermati dan dapat melihat banyak pemuda yang berkiprah pada organisasi kesehatan, organisasi sosial, organisasi bisnis, organisasi keagamaan dan bahkan organisasi kepemudaan sendiri (Suwito, 2014).
Berdasar pada sejarah, pemuda merupakan unsur yang menarik dan esensial dalam suatu gerakan perubahan, maka menarik untuk dikaji.Karena di dalam jiwa pemuda terdapat kerelaan berkorban demi cita-cita. Di dalam pemuda terdapat api idealisme yang tidak menuntut balasan, baik berupa uang atau kedudukan. Di dalam pemuda terdapat semangat yang selalu membara. Bersama pemuda kita menentang segala kekuasaan yang tiran. Bersama pemuda, kapal yang bernama Indonesia akan ditentukan maju, diam atau tenggelam. Berdasarkan sejarah gerakan pemuda terdiri atas Tri Koro Darmo, Jong Java, Jong Celebes Bond, Jong Sumatra Bond, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, dan Indonesia Muda. Pada tanggal 30 April 1926 mereka mengadakan Konggres Pemuda I di Jakarta.Dalam konggres dihasilkan keputusan untuk mengadakan Konggres Pemuda Indonesia II, dan semua perkumpulan pemuda agar bersatu dalam satu organisasi pemuda Indonesia. Kemudian Konggres Pemuda II diadakan tanggal 27-28 Oktober 1928, disepakati tiga keputasan pokok yaitu: 1) Dibentuknya suatu badan fusi untuk semua organisasi pemuda. 2) Menentapkan ikrar pemuda Indonesia bahwa mereka: a) Mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. b) Mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. c) Menjunjung bahasa yang satu, bahasa Indonesia.3) Asas ini wajib dipakai oleh semua perkumpulan di Indonesia. Hasil ini menjadi pondasi bagi persatuan Indonesia.Lagu yang berjudul Indonesia Raya karangan Wage Rudolf Supratman yang dikumandangkan membangkitkan semangat para pesertanya. Dan Sumpah Pemuda tiada lain adalah ungkapan sejarah manusia Indonesia (Widyanto, 2012).
Menurut Survey UNDP tahun 2004 disebutkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia saat ini berada pada peringkat ke-109 dari 174 negara di dunia.Sementara itu, Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand masing-masing berada pada peringkat ke-41 sampai 44.Posisi negara kita bahkan di bawah Vietnam yang baru bangkit karena tekanan tentara Amerika Serikat.Di Asia, Indonesia hanya menempati posisi ke-45 dari 48 negara-negara Asia.Daya saing ekonomi berada pada peringkat ke-41, serta penguasaan iptek menempati posisi ke-40. Di sisi lain, jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orang penganggur terbuka (open unemployment). Angka ini meningkat terus selama krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta. Dan bila dilihat menurut golongan umur, sebanyak 9,5 juta penganggur pada tahun 2003, sebagian besar atau sebanyak 5,7 juta (60%) diantaranya adalah penganggur berusia muda (youth) 15-24 tahun. Dari 5,7 juta pemuda yang menganggur tersebut, sebesar 3 juta penganggur berusia 20-24 tahun dan 2,6 juta pemuda berusia 15-19 tahun. Dengan komposisi 2,88 juta bertempat tinggal di perkotaan, dan sebanyak 2,8 .juta bertempat tinggal di perdesaan (Warta Ketenagakerjaan Edisi 11 & 12 (Nopember-Desember 2004)) Sementara itu, ketimpangan sosial juga bukan rahasia lagi, jika anggota dewan memiliki gaji puluhan bahkan ratusan juta, sementara penyapu jalan tidak sedikit yang honorer dengan gaji 300 ribu saja. Pembangunan yang selama ini dibanggakan memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata 7%, hanya berasal dari pemanfaatan sumber daya alam intensif (hutan, dan hasil tambang), arus modal asing berupa pinjaman dan investasi langsung.Dengan demikian, bukan berasal dari kemampuan manajerial dan produktivitas SDM yang tinggi. Survey UNDP tahun 2000 mengenai bagaimana pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia adalah hanya pada posisi 107 dari 147 negara. Padahal menurut Agenda 21, potensi keanekaragaman hayati Indonesia terdapat pada urutan ke-2 di dunia. Kemudian lagi, dalam majalah Tempo, edisi Jum’at, 26 November 2004, Ketua Kwarnas Gerakan pramuka Azrul Azwar mengemukakan bahwa masalah generasi muda , khususnya, saat ini mamasuki titik krusial. Hanya 30 % lulusan SD yang masuk SMP, dan hanya 5% dari lulusan SMU yang masuk Perguruan Tinggi (PT).Lalu dalam Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Sabtu 17 September 2005 disebutkan bahwa pengguna narkoba jenis jarum suntik di Bandung diperkirakan berjumlah 6.000 orang. “Adapun yang bisa ditangani adalah sejumlah 2.280 orang, 1.500 orang di antaranya berada di bawah dampingan Yayasan Bahtera,“ Demikian menurut Tamami Zain, Manajer program Penanggulangan HIV/ AIDS Yayasan Bahtera. Kemudian lagi, menurut Azrul Anwar, Guru Besar FKUI yang juga adalah Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), saat ini 40% dari pengguna narkoba itu terkena AIDS (Yosita, 2006).
Dewasa ini pemuda dihadapkan dengan tantangan yang besar.Tantangan untuk kaum muda seolah tak pernah berhenti.Tantangan itu datangnya bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga muncul dari luar negeri. Untuk itu, tantangan bagi kaum muda dibagi menjadi dua yaitu:

1. Dalam Negeri
Kemajuan yang diharapkan akan segera tercipta setelah rezim Suharto tumbang ternyata tidak juga tercapai. Bahkan reformasi sudah berjalan selama satu dasawarsa lebih.Mulai dari presiden Habibie, Abdulrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono keadaan Indonesia tidak banyak mengalami perubahan.Keadaan sebaliknya terjadi krisis terus melanda segala aspek (multidimensional), dan korupsi terus merajalela.Isu yang sempat berhembus kencang adalah adanya krisis kepemimpinan.Bahkan dalam pemilu 2009 yang lalu para calon presiden Indonesia dan wakil presiden merupakan orang-orang lama, yang sudah terbukti tidak mampu menjadi lokomotif perubahan.Tentu dengan pemilihan umum calon independent dapat menjadi suatu alternatif bagi kepemimpinan muda di Indonesia.Deskripsi di atas menunjukkan bahwa Indonesia memang mengalami krisis kepemimpinan.Sebenarnya sebagai Negara demokrasi hal ini tidak perlu terjadi, karena dalam negara demokrasi pemimpin itu diciptakan melalui regenarsi baru muncul dan berperan. Tetapi di Indonesia ini tidak terjadi dengan baik, karena kaum tua senang mendominasi kekuasaan dengan gaya main kuasa, merasa paling benar sendiri dan kong kalikong.
Satu dari sekian banyak faktor pemicu krisis kepemimpinan ini disebabkan oleh kacaunya sistem pendidikan Indonesia.Di mana ganti menteri, maka buku, program dan kurikulum diganti pula.Pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini berorientasi pasar15 sehingga hanya menciptakan “budak-budak baru” dalam era globalisasi.Presiden Sukarno pernah mengatakan jangan sampai rakyat Indonesia di tengah-tengah finanzkapital hanya menjadi budak di atara bangsa-bangsa (en volk van koelies en een koelie onder de natie).Terlebih lagi di era kapitalisme global sekarang ini di mana manusia hanya dijadikan alat pengahasil keuntungan yang harganya tak lebih tinggi daripada mesin atau bahkan dihargai lebih rendah.
Belum lagi korupsi yang menggerogoti birokarsi pemerintahan.Yang juga mampu menyebabkan kesejahteraan rakyat terampas oleh tindakan para birokrat yang tidak bermoral dan berprikamenusiaan dan hanya mengedepankan kepentingan kelompok dan golongannya sendiri.Buktinya, tahun baru para menteri diberikan fasilitas mobil baru, yang bila dibandingkan dengan mobil-mobil menteri di benua Eropa maka mobil menteri Indonesia jauh lebih mahal.Renovasi rumah anggota DPR RI yang mencapai milyaran rupiah per-unit.

2. Luar Negeri
Pada tatanan Internasional, dampak globalisasi sudah tampak di Indonesia, walaupun globalisasi tidak selalu membawa dampak negatif, tetapi ada juga positifnya.Tetapi globalisasi di Indonesia secara umum lebih banyak dampak negatifnya, seperti pola hidup masyarakat yang menjadi konsumtif, hedonis, dan materialistik. Terlebih lagi sumber daya alam Indonesia yang melimpah menjadi terbuka bagi negara-negara kaya, misalnya Amerika Serikat, Jepang (baca Amerika Serikat dan sekutunya) yang cenderung mengutamakan kepentingan ekonomi negaranya dan menghalalkan segala cara dalam menjaga kepentingan industrinya, misal penguasaan minyak di Irak secara paksa dengan kekuatan militer dengan mengatasnamakan menjaga perdamaian dunia. Dampak dari globalisasi dan kapitalisme global18 telah menjadikan Indonesia sebagai “kue” yang siap dibagi-bagi untuk dikuasai. Kemudian penciptaan industri di
negara-negara kaya tidak terbatas, sedangkan di negara-negara berkembang harus dibatasi dengan alasan pemanasan global (global warming). Padahal negara-negara industri seperti Amerika Serikat20 dan sekutunya yang menjadi pemasok gas terbesar dalam pemanasan global tidak kebakaran jenggot seperti Indonesia.Akibatnya negaranegara berkembang yang hendak berkembang industrinya menjadi terhambat dengan alasan-alasan yang politis.Atau global warming dikampenyekan sengaja untuk menghambat industri dari negara-negara berkembang yang mulai berkembang pesat. Dengan kata lain negara-negara industri besar takut tersaingi dan mereka akan kehilangan monopoli industrinya. Pemuda harus kritis dalam menyikapi masalah ini (Widyanto, 2012).



BAB III
 HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Permasalahan Pemuda
     Telah diketahui bahwa pemuda berada pada masa transisi dari proses remaja hingga menuju masa yang matang. Namun hasil dari proses ini mengalami beberapa hambatan , permasalahan ini dapat terjadi di berbagai lingkungan , salah satunya yang kami prioritaskan adalah permasalahan yang terjadi di lingkungan Pendidikan.
Dari hasil observasi yang dilakukan pada hari Senin , 9 Mei 2016 di SMAN 4 Kota Jambi. Didapatkan bahwa permasalahan pemuda yang dialami siswa SMAN 4 kota Jambi diantaranya :
1.      Bolos
2.      Terlambat
3.      Merampok
4.      Konvoi
5.      Tawuran
3.2. Penyebab Permasalahan
     Dari hasil observasi yang telah kami lakukan didapatkan penyebab permasalahan pemuda
3.2.1. Bolos
     Penyebab dari masalah bolos yang terjadi pada siswa SMAN 4 Kota Jambi yaitu kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap perkembangan anak, terutama di bidang pendidikan.Dewasa ini anak yang berprestasi adalah cerminan dari orang tua yang hebat dalam mendidik anak nya sehingga dikatakan orang tua terbaik.
     Selain itu, disiplin dari setiap individu juga menjadi penyebab dari permasalahan pemuda ini, yang diketahui bahwa seiring dari dampak globalisasi menyebabkan degradasi moral dari generasi penerus bangsa(pemuda), banyaknya tantangan yang dialami oleh pemuda seperti gadget, warnet, taman remaja, bioskop.
3.2.2. Terlambat
     Berdasarkan informasi yang telah kami dapatkan bahwa jadwal kedatangan dari SMAN 4 kota jambi adalah pukul 07.05 WIB, namun masih ada beberapa siswa yang terlambat. Penyebab dari permasalahan ini yakni kurang disiplin siswa dan juga disebabkan oleh kemacetan di gang SMAN 4 Kota Jambi.
3.2.3. Merampok
     Penyimpangan seperti merampok juga tidak jarang terdengar di kalangan pemuda.Hal ini juga pernah dilakukan oleh beberapa siswa SMA N 4 Kota Jambi.Penyebab dari hal ini, mungkin dikarenakan psikologis siswa yang labil, sehingga kecendrungan untuk terpengaruh oleh lingkungan lebih besar.  Kehidupan kota cenderung glamor. Keinginan untuk bisa berbaur dengan lingkungan tidak mudah untuk ditolak. Hasilnya, mereka melakukan segala cara seperti merampok agar bisa mendapat apa yang mereka inginkan dan menyeimbangkan kebutuhan glamor perkotaan.
3.2.4konvoi
     Konvoi merupakan masalah klasik yang selalu ditemukan pasca penguguman kelulusan.dalam aksinya siswa melakukan iringiringan sepeda motor yang cenderung ugalugalan di jalan raya yang pastinya mengganggu lalu lintas. Aksi konvoi juga di iringi dengan kerusuhan seperti merusak infrakstuktur seperti mencoret dinding atau jalan.
     Untuk siswa SMA N 4 Kota Jambi sendiri masih ditemukan melakukan konvoi pasca pengumuman pada sabtu tanggal 7 Mei 2016.Walaupun pihak sekolah sudah berupaya untuk mencegah siswa untuk melakukan kovoi.
     Sekolah sudah melakukan tindakan preventif salah satunya yaitu dengan pengumuman kelulusan online.walaupun tidak optimal seratus persen namun cara ini terbukti ampuh dengan menurunnya kegiatan  siswa yang melakukan konvoi.
3.2.5 tawuran.
     Masalah tawuran menjadi permasalahan di kalangan pelajar yang selalu  menjadi momok dari tahun ke tahun. Walaupun tidak setiap sekolah terjadi tawuran secara kontinu, namun setikdanya setiap sekolah pernah terlibat tawuran setidaknya sekali.
     Bedasarkan wawancara yang telah dilakukukan, untuk SMA N 4 Kota Jambi sendiri keterlibatan siswa dalam tawuran tidak dalam fase yang mengkhawatirkan.Dalam artian, siswa SMA N 4 Kota Jambi hampir tidak pernah terlibat dalam aksi tawuran.
     Namun, bukannya aksi tawuran itu sendiri tidak pernah terjadi di SMA 4.Tercatat bahwa tawuran besar pernah melibatkan siswa SMA N 4 dan SMA 6.Tawuran ini disebabkan karena adanya masalah ketidak-sportifan oleh siswa tersebut.
     Seharusnya ajang olahraga dimaksudkan agar terciptanya sportifitas.Namun hal yang.sebaliknya terjadi  . bukannya ajang persahabatan, namun kerusuhan yang terjadi.
     Masalah tawuran sendiri sangat sulit untuk di cegah dan diatasi.Masalah moral dan agama tetap menjadi solusi yang paling dasar untuk mengatasi masalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Suwito, Anton. 2014. Membangun Integritas Bangsa di Kalangan Pemuda untuk Menangkal Radikalisme. Jurnal Ilmiah CIVIS. Vol IV (2).576-787.
Wibawa, Lutfi. 2013. Pemberdayaan Pemuda melalui Media Social Capital.Seminar Nasional Pengembangan Masyarakat Berbasis Modal Sosial. 137- 142.
Widyanto, Aloysius Bram. 2012. Pemuda dalam Perubahan Sosial. Esai Kepemudaan. 16-26.
Yosita, Lucy. 2006. Kepemimpinan Pemuda Indonesia, Apakah Akar Permasalahannya?. Esai Kepemudaan. 1-6.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Billqis Hudaibiyah Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare