Jumat, 01 September 2017

Hadis

di September 01, 2017
“Bagi para pembelajar sejati, seteguk ilmu yang diminum, akan melahirkan dahaga atas ilmu yang baru lagi. Keingintahuan mereka terhadap ilmu tak pernah terpuaskan.Dan saya kira,inilah dahaga yang paling indah,yakni dahaga terhadap ilmu pengetahuan”.

            Imam Ghazali mengatakan,”Siapa yang mengatakan saya sudah berilmu,maka sesungguhnya orang itulah yang paling bodoh”.Itulah rahasia orang-orang cerdas.Mereka tak pernah puas dengan ilmu yang mereka peroleh.Jiwanya senantiasa lapar terhadap ilmu pengetahuan.Tak heran jika mereka sangat bersemangat untuk melahap ilmu apapun yang berpeluang mereka peroleh.
            Makin banyak ilmu yang mereka serap,maka lapar mereka terhadap ilmu.Seperti meminum air laut,makin diminum,makin dahaga kita dibuatnya.Begitu juga yang terjadi dengan orang-orang yang dikaruniai kecerdasan oleh Allah SWT,makin banyak yang mereka tau,mereka makin menyadari bahwa ternyata masih banyak yang belum mereka tau.
            Rasa puas adalah jebakan yang harus dihindari oleh para pembelajar sejati.Karena dengan merasa puas terhadapa pengetahuan yang mereka tau,meraka akan beralih menjadi manusia yang statis.Padahal dunia ini terus berkembang dinamis.Sekali kita memutuskan puas dengan ilmu pengetahuan,saat itupula kita memutuskan untuk tertinggal terhadap perkembangan zaman.Apalagi sains yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu,bahkan perkembangan nya sering kali sangat pesat.Sedikit saja kepuasan terhadap sains itu hadir,bersiaplah menjadi orang yang ditinggalkan oleh perkembangan sains.
            Nasihat yang telah terlantun dalam agama,belajar atau mrenuntut ilmu itu tak boleh terpuaskan dari gendongan sang bunda,hingga menuju liang lahat.Sedari kecil sampai meninggal dunia,kita harus tetap menuntut ilmu.Dengan kata lain,kepuasan terhadap ilmu yang dimiliki boleh hadir.Kepuasan adalah awal dari kegagalan.
“Bagi para pembelajar sejati, seteguk ilmu yang diminum, akan melahirkan dahaga atas ilmu yang baru lagi. Keingintahuan mereka terhadap ilmu tak pernah terpuaskan.Dan saya kira,inilah dahaga yang paling indah,yakni dahaga terhadap ilmu pengetahuan”.
             Dan yang juga penting,iringi pengasahan kecerdasan intelektual itu dengan terus mencerdaskan spiritual dan akhlak kita.Anak muda yang tak begitu cerdas intelektualitasnya tapi berakhlak,jauh lebih menguntungkan dibanding anak muda yang intelektualitasnya hebat tapi akhlaknya bejat.Tentu yang kita harap hadirnya adalah anak muda yang itelek dan akhlaknya baik.Otaknya berlian,hatinya beriman.Ibadahnya khusuk,belajarnya juga khusuk.Insyaallah anak muda seperti ini akan mengubah negeri kita ke arah yang lebih baik.

“ Ilmu dan seni tanpa agama, jadinya tabu. Agama dan seni tanpa  ilmu, jadinya ragu. Agama dan ilmu tanpa seni, jadinya kaku. Tabu, ragu, kaku”.-Ahmad Rifa’i Rif’an

            Organisasi paling dibutuhkan oleh generasi muda, kenapa? Karena diorganisasi ini mereka bisa meraih minimal tiga hal sekaligus, yaitu seni, ilmu, agama. Tiga hal inilah yang dibutuhkan untik membangun generasi yang hebat dimasa depan.
            Pertama dalah ilmu, dengan ilmu diharapkan otak kiri mereka terasah dengan baik. Cara memainkan rebana yang rampak,ada teknik tabu yang biasa disebut lanangan dan wedokan ,bagaimana ‘mengawinkan’ kedua teknik itu sehingga bisa menjadi paduan musik yang enak didengar.Belum lagi teknik vokal yang harus di kuasai oleh para vokalis,dan lain sebagainya.Ilmu itu akan mengasah kemampuan otak mereka sehingga makain hebat.
            Kedua adalah seni,dengan seni diharapkan otak kanan mereka yang akan terasah dengan baik.Kedua belahan otak ini hendaknya didayagunakan dengan maksimal agar potensi keduanya bisa terpakai.Karena selama ini otak kanan menjadi otak yang dikesampingkan.Padahal kita tau bahwa otak kanan adalah otak kreatifitas yang sangat responsif dengan musik,humor,keindahan,dan beberapa yang lain.Hal-hal itu sangat dibutuhkan dalam profesi apapun.
             Terakhir adalah agama,tak pelak lagi pengetahuan agama sangat dibutuhkan oleh komunitas ini.Seni yang mereka tekuni adalah seni rebana yang tak bisa di pisahkan oleh shalawat.Shalawat yang memuji Rasulullah,mendoakan beliau,mengenang kisah perjuangan beliau,semua terlantun dengan khusuk.Padahal asal tau saja syair yang mereka lantunkan hampir semuanya berbahasa arab.
            Ilmu,seni,agama adalah tiga hal yang seharusnya menjadi perhatian bagi setiap generasi muda.Dengan ilmu hidup jadi mudah,dengan seni ilmu jadi indah,dengan agama ilmu menjadi terarah.Mudah,indah,terarah merupakan tiga hal yang selama ini menjadi pilar bahagia  
“ Ilmu dan seni tanpa agama, jadinya tabu. Agama dan seni tanpa  ilmu, jadinya ragu. Agama dan ilmu tanpa seni, jadinya kaku. Tabu, ragu, kaku”. Rasanya tiga hal itulah yang selama ini menjadi sebab lahirnya penyakit galau.

”Saudariku,bermimpilah yang hebat,jangan mau mimpi yang biasa-biasa.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Billqis Hudaibiyah Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare