“Bagi para pembelajar sejati, seteguk ilmu
yang diminum, akan melahirkan dahaga atas ilmu yang baru lagi. Keingintahuan
mereka terhadap ilmu tak pernah terpuaskan.Dan saya kira,inilah dahaga yang
paling indah,yakni dahaga terhadap ilmu pengetahuan”.
Imam
Ghazali mengatakan,”Siapa yang mengatakan saya sudah berilmu,maka sesungguhnya
orang itulah yang paling bodoh”.Itulah rahasia orang-orang cerdas.Mereka tak
pernah puas dengan ilmu yang mereka peroleh.Jiwanya senantiasa lapar terhadap
ilmu pengetahuan.Tak heran jika mereka sangat bersemangat untuk melahap ilmu
apapun yang berpeluang mereka peroleh.
Makin
banyak ilmu yang mereka serap,maka lapar mereka terhadap ilmu.Seperti meminum
air laut,makin diminum,makin dahaga kita dibuatnya.Begitu juga yang terjadi dengan
orang-orang yang dikaruniai kecerdasan oleh Allah SWT,makin banyak yang mereka
tau,mereka makin menyadari bahwa ternyata masih banyak yang belum mereka tau.
Rasa
puas adalah jebakan yang harus dihindari oleh para pembelajar sejati.Karena
dengan merasa puas terhadapa pengetahuan yang mereka tau,meraka akan beralih
menjadi manusia yang statis.Padahal dunia ini terus berkembang dinamis.Sekali
kita memutuskan puas dengan ilmu pengetahuan,saat itupula kita memutuskan untuk
tertinggal terhadap perkembangan zaman.Apalagi sains yang senantiasa berkembang
dari waktu ke waktu,bahkan perkembangan nya sering kali sangat pesat.Sedikit
saja kepuasan terhadap sains itu hadir,bersiaplah menjadi orang yang
ditinggalkan oleh perkembangan sains.
Nasihat
yang telah terlantun dalam agama,belajar atau mrenuntut ilmu itu tak boleh
terpuaskan dari gendongan sang bunda,hingga menuju liang lahat.Sedari kecil
sampai meninggal dunia,kita harus tetap menuntut ilmu.Dengan kata lain,kepuasan
terhadap ilmu yang dimiliki boleh hadir.Kepuasan adalah awal dari kegagalan.
“Bagi para pembelajar sejati, seteguk ilmu yang
diminum, akan melahirkan dahaga atas ilmu yang baru lagi. Keingintahuan mereka
terhadap ilmu tak pernah terpuaskan.Dan saya kira,inilah dahaga yang paling
indah,yakni dahaga terhadap ilmu pengetahuan”.
Dan yang juga penting,iringi pengasahan
kecerdasan intelektual itu dengan terus mencerdaskan spiritual dan akhlak
kita.Anak muda yang tak begitu cerdas intelektualitasnya tapi berakhlak,jauh
lebih menguntungkan dibanding anak muda yang intelektualitasnya hebat tapi
akhlaknya bejat.Tentu yang kita harap hadirnya adalah anak muda yang itelek dan
akhlaknya baik.Otaknya berlian,hatinya beriman.Ibadahnya khusuk,belajarnya juga
khusuk.Insyaallah anak muda seperti ini akan mengubah negeri kita ke arah yang
lebih baik.
“ Ilmu dan seni tanpa agama, jadinya tabu.
Agama dan seni tanpa ilmu, jadinya ragu.
Agama dan ilmu tanpa seni, jadinya kaku. Tabu, ragu, kaku”.-Ahmad Rifa’i Rif’an
Organisasi
paling dibutuhkan oleh generasi muda, kenapa? Karena diorganisasi ini mereka
bisa meraih minimal tiga hal sekaligus, yaitu seni, ilmu, agama. Tiga hal
inilah yang dibutuhkan untik membangun generasi yang hebat dimasa depan.
Pertama
dalah ilmu, dengan ilmu diharapkan otak kiri mereka terasah dengan baik. Cara
memainkan rebana yang rampak,ada teknik tabu yang biasa disebut lanangan dan wedokan ,bagaimana ‘mengawinkan’ kedua teknik itu sehingga bisa
menjadi paduan musik yang enak didengar.Belum lagi teknik vokal yang harus di
kuasai oleh para vokalis,dan lain sebagainya.Ilmu itu akan mengasah kemampuan
otak mereka sehingga makain hebat.
Kedua
adalah seni,dengan seni diharapkan otak kanan mereka yang akan terasah dengan
baik.Kedua belahan otak ini hendaknya didayagunakan dengan maksimal agar
potensi keduanya bisa terpakai.Karena selama ini otak kanan menjadi otak yang
dikesampingkan.Padahal kita tau bahwa otak kanan adalah otak kreatifitas yang
sangat responsif dengan musik,humor,keindahan,dan beberapa yang lain.Hal-hal
itu sangat dibutuhkan dalam profesi apapun.
Terakhir adalah agama,tak pelak lagi
pengetahuan agama sangat dibutuhkan oleh komunitas ini.Seni yang mereka tekuni
adalah seni rebana yang tak bisa di pisahkan oleh shalawat.Shalawat yang memuji
Rasulullah,mendoakan beliau,mengenang kisah perjuangan beliau,semua terlantun
dengan khusuk.Padahal asal tau saja syair yang mereka lantunkan hampir semuanya
berbahasa arab.
Ilmu,seni,agama
adalah tiga hal yang seharusnya menjadi perhatian bagi setiap generasi
muda.Dengan ilmu hidup jadi mudah,dengan seni ilmu jadi indah,dengan agama ilmu
menjadi terarah.Mudah,indah,terarah merupakan tiga hal yang selama ini menjadi
pilar bahagia
“ Ilmu dan seni tanpa agama, jadinya tabu. Agama dan
seni tanpa ilmu, jadinya ragu. Agama dan
ilmu tanpa seni, jadinya kaku. Tabu, ragu, kaku”. Rasanya tiga hal itulah yang
selama ini menjadi sebab lahirnya penyakit galau.
”Saudariku,bermimpilah yang hebat,jangan mau mimpi
yang biasa-biasa.
0 komentar:
Posting Komentar