BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Di Indonesia banyak sekali tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai
kebutuhan manusia. Tanaman ini banyak sekali terbagi dalam berbagai bidang
kehidupan, mulai dari bidang pertanian, perkebunan hasil hutan dan lain
sebagainya. Pada komoditi perkebunan di Indonesia ini terdiri dari berbagai
macam tanaman seperti kedondong dan
masih banyak tanaman lainnya lagi. Salah satu jenis tanaman yang masuk dalam
komoditi tanaman pertanian dan menjadi bagian penting dalam kehidupan kita
adalah padi.
Perawatan yang cepat dan instan dengan menggunakan kosmetik modern masih
dipertanyakan keamanannya karena mengandung bahan kimia. Penggunaan kosmetik
yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit serta kosmetik yang
mengandung bahan kimia seperti mercuri (Hg) dapat menyebabkan gagal
ginjal dan kematian sehingga dapat membahayakan kesehatan.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas didapatkan rumusan
masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimanakah
proses pengolahan beras tak layak pakai menjadi bahan pembuatan body scrub ?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka diperoleh tujuan
dari karya tulis ini yaitu :
1.
Mengetahui
proses pengolahan beras tak layak pakai menjadi bahan pembuatan body scrub.
1.4 Manfaat
Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut :
1.
Mengurangi
pencemaran lingkungan akibat limbah beras tak layak dipakai.
2.
Memberikan
salah satu contoh pengolahan limbah beras tak layak pakai
dengan mengolahnya menjadi body scrub
beras.
3.
Memberikan
suatu inovasi baru dengan mengaplikasikan beras tak layak pakai sebagai body
scrub.
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1 Kulit
Kulit merupakan system pertahanan tubuh yang utama karena kulit berada pada lapisan paling luar tubuh manusia. Salah satu hal yang dapat menyebabkan kerusakan kulit adalah radikal bebas (Masyuhara, 2009).
Faktor lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, air yang tercemar polusi, juga radiasi sinar ultraviolet dari sinar matahari akan menghasilkan radikal bebas yang dapat mempercepat proses penuaan (Winarsi, 2007).
Hal tersebut dapat diatasi dengan adanya antioksidan. Penggunaan kosmetik yang mengandung senyawa antioksidan dapat mencegah terjadinya penuaan dini akibat radikal bebas (Listiyannisa, 2012).
Scrubbing merupakan teknologi yang bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati dari permukaan kulit dengan maksud memperbaiki penampilan kulit (Moskowitz, 2007).
Body scrub merupakan sediaan kosmetik pembersih kulit yang dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Gula (sukrosa) umumnya berbentuk kristal yang stabil, rasa manis dan larut dalam air. Gula bias diolah menjadi aneka produk kecantikan, khususnya untuk melembutkan kulit. Berdasarkan beberapa penelitian gula memiliki sifat pelembut yang berkhasiat mengangkat sel-sel kulit mati, oleh sebab itu di beberapa pusat spa di dunia menggunakan gula sebagai salah satu bahan yang
berkhasiat untuk kulit (Suhartini, 2007).
Watte warra atau
yang biasa disebut oleh masyarakat Majene sebagai lulur tradisional ciri khas
orang mandar merupakan ramuan tradisional yang dapat berupa serbuk/butiran
halus. Penggunaan watte warra dapat langsung digosok-gosokkan pada kulit
tubuh dengan kedua tangan. Dahulu watte warra hanya dipakai para
keturunan bangsawan raja-raja Mandar (mara’dia). Khasiat watte warra untuk
kecantikan dan kesehatan kulit memang sangat terbukti kala itu. Seiring
berjalannya waktu, watte warra juga akhirnya bisa dipakai oleh masyarakat
suku Mandar biasa untuk persiapan pernikahan calon mempelai wanita. Hal ini
dilakukan karena ingin memiliki kulit yang halus dan mulus agar tetap terjaga
kebersihan dan kesehatannya. Watte warra (lulur tradisional) bermanfaat
untuk menghilangkan semua kotoran atau iritasi karena efek dari iklim tropis
dan kulit bisa menjadi lebih halus, mulus, lembab, lembut dan bersih serta
cocok untuk semua jenis kulit (Haryadi , 2008).
2.2 Beras
Beras merupakan makanan pokok di 26 negara padat penduduk (China, India, Indonesia,
Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Thailand, Vietnam) atau lebih separuh penduduk dunia. Di
Indonesia, masalah
beras
erat
kaitannya
dengan
masalah
budaya, social dan ekonomi bangsa. Keeratan hubungan antara padi (beras)
dengan
manusia
tercermin
dari
berbagai
kepercayaan
penduduk,
antara lain melalui hikayat Dewi Sri. Dalam bidang ekonomi, beras sering digunakan sebagai indeks kestabilan ekonomi nasional (Winarno,1987).
Padi (Oryza sativa L.) merupakan family graminae dan genus
Oryza. Padi
jenis lain yaitu Oryza glaberrima, merupakan tanaman liar,
tetapi
bila
dibudidayakan
tidak
dapat menghasilkan beras seperti Oryza sativa L. Padi di tanam lebih dari 100 negara dari semua benua kecuali antartika. Padi di tanam pada daerah 53
oLU-40 oLS
sampai
ketinggian 3000 m di atas permukaan laut. Tanaman padi (Oryza sativa) dapat di beda Kanatastigaras,
yaitu
Javanika,
Japonika,
dan
Indika. Jenis
Indika
mempunyai
butir
padi
berbentuk
lonjong
panjang
dengan rasa nasi pera, sedangkan pada jenis Japonika, butirnya pendek bulat, dengan
rasa nasi
pulen
dan
lengket. Beras yang ada di Indonesia secara
Umum di kategorikan atas varietas bulu dengan cirri bentuk butiran agak bulat sampai bulat dan varietas cere dengan cirri bentuk butiran lonjong sampai sedang. Indica lebih pendek masa
tanamya, tahan
kekurangan air, di panen sekaligus karena butir padi mudah terlepas dari malainya sehingga mudah tercecer. Sedangkan japonica lebih lama masa tanamnya,
tanaman
lebih
tinggi, di
panen
satu per satu
karena
butir
padi
melekat
kuat
pada
malainya. Penanaman beras di Indonesia juga sering di dasarkan atas daerah produksinya,
misalnya
beras
Rojolele
dan
Cianjur
dari
Jawa Barat, Siarias dari Sumatra Utara, Solok dari Sumatera Barat, dan beras Empat Bulan dari Sumatera
Selatan
(Made ,2000).
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Alat Dan Bahan
a. Alat
-
Wadah
-
Saringan
-
Penggiling
b. Bahan
-
Beras
Tak Layak Pakai
-
Kulit
Lemon
-
Air
3.2 Prosedur
Kerja
![]() |
Pencucian adalah suatu proses perubahan bentuk beras
tak layak pakai yang kotor menjadi bersih untuk proses selanjutnya menjadi
lebih mudah dan bersih.
Pengeringan
adalah tahapan lanjutan setelah dicuci bersih yang bertujuan untuk mengurangi kadar air yang
ada beras tak layak pakai.
Penggilingan adalah tahapan lanjutan setelah dikeringkan yang
bertujuan untuk menghaluskan tektur beras tak layak pakai.
BAB IV
PEMBAHASAN
Beras (diolah lebih lanjut menjadi nasi) merupakan sumber makanan pokok
bagi kebanyakan masyarakat, sebagai penunjang sumber karbohidrat dan sumber
energi untuk itu diperlukan konsumsi beras dengan kualitas yang baik. Namun
dalam penyimpanannya beras terkadang mengalami kerusakan seperti tumbuhnya
jamur maupun mikroba yang menjadikan beras tidak layak konsumsi. Akan tetapi
dalam penanggulangannya beras tak layak konsumsi tersebut akan kehilangan nilai
ekonominya (tidak bernilai). Padahal kandungan karbohidrat yang terdapat pada
beras tersebut tidak semuanya mengalami kerusakan. Untuk itu untuk meningkatkan
nilai ekonomi beras yang mengalami kerusakan tersebut perlu dilakukan suatu
inovasi terbaru. Pada penulisan makalah ini inovasi yang dilakukan adalah pembuatan
body scrub dengan memanfaatkan beras yang
tidak layak konsumsi tersebut.
Pada prosedurnya
pencucian beras bertujuan untuk
menghilangkan zat – zat pengotor pada beras, terlebih lagi beras yang digunakan
di sini adalah beras yang sudah tidak layak pakai yang juga berperan untuk
menghilangkan jamur yang terdapat pada beras.
Berdasarkan penelitian Yuliarti dan
Binarjo (2010), setelah pencucian beras direndam selama semalaman untuk
meningkatkan konsistensi beras yang keras sehingga mudah untuk dihaluskan.
Dalam hal ini, tidak perlu dilakukan, karena yang ingin diperoleh ada tekstur –
tekstur kasar dari beras yang mampu mengikis sel kulit mati pada kulit.
Sehingga perendaman beras dilakukan pada waktu yang cukup saja. Adapun tujuan
lain dari perendaman beras adalah untuk memunculkan amilumnya sehingga warna butir
beras menjadi lebih putih.
Dalam proses pengeringan beras yang
telah disaring bertujuan untuk menghilangkan kadar airnya sehingga mengurangi
kemungkinan
tumbuhnya jamur kembali. Selain itu pengeringan berperan untuk
mempermudah saat proses penggilingan sehingga diperoleh terkstur yang lembut
dan tak menggumpal.
Bahan – bahan tambahan yang digunakan
berfungsi memperkaya bentuk, tekstur dan juga khasiat dari body scrub yang dibuat. Penambahan air jeruk nipis akan membuat
warna produk menjadi
putih kekuningan selain itu jeruk nipis yang mengandung vitamin C akan
semakin memberikan kesan kelembapan dan kelembutan pada kulit. Untuk memperkaya aroma dapat
digunakan ekstrak bunga misalnya mawar atau melati yang fungsinya sebagai
corrigen odoris.
Selain itu penggunan baking
soda merupakan salah satu bahan yang dipakai sebagai cara menghilangkan komedo secara alami. Campurannya dengan beras berkhasiat
menjadi scrub wajah. Namun pada penggunaan scrub pada wajah harus lebih
berhati dikarenakan kulit wajah memiliki sensitifitas yang lebih.
Sebenarnya tidak hanya didapatkan dari
butiran beras yang dibuat menjadi masker wajah, air cucian beras pun bisa kita
gunakan untuk merawat kulit. Manfaat air beras untuk kulit bisa didapatkan dengan mencuci
muka menggunakan air bekas cucian beras. Selain itu, bisa juga dipakai sebagai
toner untuk membersihkan wajah dari air saringan tepung beras. Caranya yaitu
dengan menghaluskan beras yang telah direndam. Setelah halus, rendam lagi
dengan air pada wadah yang steril sampai terbentuk endapan. Endapan tersebut
bisa dipakai menjadi masker dan airnya untuk membersihkan muka.
Sebelum menggunakan scrub, alangkah
baiknya jika mengetahui bagaimana cara penggunaan scrub yang benar untuk
membantu merawat kecantikan
kulit .
Pertama, sebelum menggunakan scrub, pastikan scrub yang beli sesuai dengan
jenis kulit. Kedua, gunakan scrub dengan cara menggosoknya dengan lembut.
Jangan menggosok terlalu keras karena justru akan melukai kulit. Jika memang
diperlukan, dapat membasuh badan atau wajah dengan air sebelum mengaplikasikan
scrub pada kulit. Ketiga, perhatikan jenis scrub yang digunakan. Scrub untuk
wajah hanya dapat digunakan untuk wajah sedangkan scrub untuk tubuh hanya dapat
digunakan untuk tubuh. Karena scrub untuk wajah dan scrub untuk tubuh memiliki
perbedaan pada tekstur. Jika digunakan dengan sembarangan maka manfaatnya tidak
akan didapatkan. Terakhir, gunakan scrub kira-kira setiap 2 minggu sekali.
Scrub berfungsi untuk mengelupas atau menghilangkan sel-sel kulit mati. Jadi
sebaiknya menggunakan scrub sesuai dengan proses regenerasi kulit yaitu setiap
14 atau 21 hari sekali.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Beras tak layak pakai dapat
dimanfaatkan sebagai body scrub beras.
2. Pengolahan limbah beras tak layak
pakai sebagai alternatif body scrub.
5.2 Saran
Daya
tahan body scrub beras tidak bertahan lama menjadi suatu permasalahan lebih
lanjut, sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi hal tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Haryadi. 2008. Teknologi Pengolahan Beras.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Listiyannisa, A. 2012. “Isolasi Senyawa Antioksidan Kulit Buah Coklat (Theobroma cacao L.)”.Jurnal Farmasi UNJANI. Vol.44
Hal:1-18.
Made, A. 2000. Beras dan Tepung Beras. Jakarta : Bahan Untuk Majalah Femina.
Masyuhara, S. 2009. Rahasia Cantik, Sehat, dan Awet Muda. Yogyakarta : Pustaka Panasea.
Moskowitz, R.H. 2007. Cosmetic Product
Testing. New York : March Dekke Inc.
Suhartini. 2007. Formulasi Lulur Ekstrak Daun The Hijau
(Camelliasinensis L.) Dengan Sukrosa Sebagai Bahan Pembawa. Bogor : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan.
Winarno, F.G. 1987. Haruskah Kita Peduli rasa Nasi?.Bandung
: FTDC-IPB.
Winarsi H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta : Kanisius.
Yuliati, E
dan Binarjo, A. 2010. “Pengaruh Ukuran Partikel Tepung Beras Terhadap Daya Angkat
Sel Kulit Mati Lulur Bedak Dingin”. Prosiding Kongres Ilmiah XVIII dan Rapat Kerja Nasional.
Hal:378 -382.

0 komentar:
Posting Komentar