Rabu, 06 September 2017

Pemanfaatan Beras Tak Layak Pakai Dalam Pembuatan Body Scrub Beras

di September 06, 2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Di Indonesia banyak sekali tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Tanaman ini banyak sekali terbagi dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari bidang pertanian, perkebunan hasil hutan dan lain sebagainya. Pada komoditi perkebunan di Indonesia ini terdiri dari berbagai macam tanaman  seperti kedondong dan masih banyak tanaman lainnya lagi. Salah satu jenis tanaman yang masuk dalam komoditi tanaman pertanian dan menjadi bagian penting dalam kehidupan kita adalah padi.
Perawatan yang cepat dan instan dengan menggunakan kosmetik modern masih dipertanyakan keamanannya karena mengandung bahan kimia. Penggunaan kosmetik yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit serta kosmetik yang mengandung bahan kimia seperti mercuri (Hg) dapat menyebabkan gagal ginjal dan kematian sehingga dapat membahayakan kesehatan.
1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas didapatkan rumusan masalah sebagai berikut :
1.   Bagaimanakah proses pengolahan beras tak layak pakai menjadi bahan pembuatan body scrub ?
1.3       Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka diperoleh tujuan dari karya tulis ini yaitu :
1.   Mengetahui proses pengolahan beras tak layak pakai menjadi bahan pembuatan body scrub.

1.4       Manfaat
Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1.   Mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah beras tak layak dipakai.
2.   Memberikan salah satu contoh pengolahan limbah beras tak layak pakai dengan mengolahnya menjadi body scrub beras.
3.   Memberikan suatu inovasi baru dengan mengaplikasikan beras tak layak pakai sebagai body scrub.



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1    Kulit
Kulit merupakan system pertahanan tubuh yang utama karena kulit berada pada lapisan paling luar tubuh manusia. Salah satu hal yang dapat menyebabkan kerusakan kulit adalah radikal bebas (Masyuhara, 2009).
Faktor lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, air yang tercemar polusi, juga radiasi sinar ultraviolet dari sinar matahari akan menghasilkan radikal bebas yang dapat mempercepat proses penuaan (Winarsi, 2007).
Hal tersebut dapat diatasi dengan adanya antioksidan. Penggunaan kosmetik  yang mengandung senyawa antioksidan dapat mencegah terjadinya penuaan dini akibat radikal bebas (Listiyannisa, 2012).
Scrubbing  merupakan teknologi yang bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati dari permukaan kulit dengan maksud memperbaiki penampilan kulit (Moskowitz, 2007).
          Body scrub merupakan sediaan kosmetik pembersih kulit yang dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Gula (sukrosa) umumnya berbentuk kristal yang stabil, rasa manis dan larut dalam air. Gula bias diolah menjadi aneka produk kecantikan, khususnya untuk melembutkan kulit. Berdasarkan beberapa penelitian gula memiliki sifat pelembut yang berkhasiat mengangkat sel-sel kulit mati, oleh sebab itu di beberapa pusat spa di dunia menggunakan gula sebagai salah satu bahan yang  berkhasiat untuk kulit (Suhartini, 2007).
Watte warra atau yang biasa disebut oleh masyarakat Majene sebagai lulur tradisional ciri khas orang mandar merupakan ramuan tradisional yang dapat berupa serbuk/butiran halus. Penggunaan watte warra dapat langsung digosok-gosokkan pada kulit tubuh dengan kedua tangan. Dahulu watte warra hanya dipakai para keturunan bangsawan raja-raja Mandar (mara’dia). Khasiat watte warra untuk kecantikan dan kesehatan kulit memang sangat terbukti kala itu. Seiring berjalannya waktu, watte warra juga akhirnya bisa dipakai oleh masyarakat suku Mandar biasa untuk persiapan pernikahan calon mempelai wanita. Hal ini dilakukan karena ingin memiliki kulit yang halus dan mulus agar tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya. Watte warra (lulur tradisional) bermanfaat untuk menghilangkan semua kotoran atau iritasi karena efek dari iklim tropis dan kulit bisa menjadi lebih halus, mulus, lembab, lembut dan bersih serta cocok untuk semua jenis kulit (Haryadi , 2008).
2.2    Beras
Beras merupakan makanan pokok di 26 negara padat penduduk (China, India, Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Thailand, Vietnam) atau lebih separuh penduduk dunia. Di Indonesia, masalah beras erat kaitannya dengan masalah budaya, social dan ekonomi bangsa. Keeratan hubungan antara padi (beras) dengan manusia tercermin dari berbagai kepercayaan penduduk, antara lain melalui hikayat Dewi Sri. Dalam bidang ekonomi, beras sering digunakan sebagai indeks kestabilan ekonomi nasional (Winarno,1987).
Padi (Oryza sativa L.) merupakan family graminae dan genus Oryza. Padi jenis lain yaitu Oryza glaberrima, merupakan tanaman liar, tetapi bila dibudidayakan tidak dapat menghasilkan beras seperti Oryza sativa L. Padi di tanam lebih dari 100 negara dari semua benua kecuali antartika. Padi di tanam pada daerah 53 oLU-40 oLS sampai ketinggian 3000 m di atas permukaan laut. Tanaman padi (Oryza sativa) dapat di beda Kanatastigaras, yaitu Javanika, Japonika, dan Indika. Jenis Indika mempunyai butir padi berbentuk lonjong panjang dengan rasa nasi pera, sedangkan pada jenis Japonika, butirnya pendek bulat, dengan rasa nasi pulen dan lengket. Beras yang ada di Indonesia secara
Umum di kategorikan atas varietas bulu dengan cirri bentuk butiran agak bulat sampai bulat dan varietas cere dengan cirri bentuk butiran lonjong sampai sedang. Indica lebih pendek masa tanamya, tahan kekurangan air, di panen sekaligus karena butir padi mudah terlepas dari malainya sehingga mudah tercecer. Sedangkan japonica lebih lama masa tanamnya, tanaman lebih tinggi, di panen satu per satu karena butir padi melekat kuat pada malainya. Penanaman beras di Indonesia juga sering di dasarkan atas daerah produksinya, misalnya beras Rojolele dan Cianjur dari Jawa Barat, Siarias dari Sumatra Utara, Solok dari Sumatera Barat, dan beras Empat Bulan dari Sumatera Selatan (Made ,2000).




BAB III
METODE PENELITIAN

3.1    Alat Dan Bahan
a.  Alat
-             Wadah
-             Saringan
-            Penggiling
b.  Bahan
-            Beras Tak Layak Pakai
-            Kulit Lemon
-            Air
3.2    Prosedur Kerja
 








Pencucian  adalah suatu proses perubahan bentuk beras tak layak pakai yang kotor menjadi bersih untuk proses selanjutnya menjadi lebih mudah dan bersih.
Pengeringan adalah tahapan lanjutan setelah dicuci bersih yang bertujuan untuk mengurangi kadar air yang ada beras tak layak pakai.
Penggilingan adalah tahapan lanjutan setelah dikeringkan yang bertujuan untuk menghaluskan tektur beras tak layak pakai.
BAB IV
PEMBAHASAN
Beras (diolah lebih lanjut menjadi nasi) merupakan sumber makanan pokok bagi kebanyakan masyarakat, sebagai penunjang sumber karbohidrat dan sumber energi untuk itu diperlukan konsumsi beras dengan kualitas yang baik. Namun dalam penyimpanannya beras terkadang mengalami kerusakan seperti tumbuhnya jamur maupun mikroba yang menjadikan beras tidak layak konsumsi. Akan tetapi dalam penanggulangannya beras tak layak konsumsi tersebut akan kehilangan nilai ekonominya (tidak bernilai). Padahal kandungan karbohidrat yang terdapat pada beras tersebut tidak semuanya mengalami kerusakan. Untuk itu untuk meningkatkan nilai ekonomi beras yang mengalami kerusakan tersebut perlu dilakukan suatu inovasi terbaru. Pada penulisan makalah ini inovasi yang dilakukan adalah pembuatan body scrub dengan memanfaatkan beras yang tidak layak konsumsi tersebut.
Pada prosedurnya pencucian beras bertujuan untuk menghilangkan zat – zat pengotor pada beras, terlebih lagi beras yang digunakan di sini adalah beras yang sudah tidak layak pakai yang juga berperan untuk menghilangkan jamur yang terdapat pada beras.
Berdasarkan penelitian Yuliarti dan Binarjo (2010), setelah pencucian beras direndam selama semalaman untuk meningkatkan konsistensi beras yang keras sehingga mudah untuk dihaluskan. Dalam hal ini, tidak perlu dilakukan, karena yang ingin diperoleh ada tekstur – tekstur kasar dari beras yang mampu mengikis sel kulit mati pada kulit. Sehingga perendaman beras dilakukan pada waktu yang cukup saja. Adapun tujuan lain dari perendaman beras adalah untuk memunculkan amilumnya sehingga warna butir beras menjadi lebih putih.
Dalam proses pengeringan beras yang telah disaring bertujuan untuk menghilangkan kadar airnya sehingga mengurangi kemungkinan tumbuhnya jamur kembali. Selain itu pengeringan berperan untuk mempermudah saat proses penggilingan sehingga diperoleh terkstur yang lembut dan tak menggumpal.
Bahan – bahan tambahan yang digunakan berfungsi memperkaya bentuk, tekstur dan juga khasiat dari body scrub yang dibuat. Penambahan air jeruk nipis akan membuat warna produk menjadi putih kekuningan selain itu jeruk nipis yang mengandung vitamin C akan semakin memberikan kesan kelembapan dan kelembutan pada kulit. Untuk memperkaya aroma dapat digunakan ekstrak bunga misalnya mawar atau melati yang fungsinya sebagai corrigen odoris.
Selain itu penggunan baking soda  merupakan salah satu bahan yang dipakai sebagai cara menghilangkan komedo secara alami. Campurannya dengan beras berkhasiat menjadi scrub wajah. Namun pada penggunaan scrub pada wajah harus lebih berhati dikarenakan kulit wajah memiliki sensitifitas yang lebih.
Sebenarnya tidak hanya didapatkan dari butiran beras yang dibuat menjadi masker wajah, air cucian beras pun bisa kita gunakan untuk merawat kulit. Manfaat air beras untuk kulit bisa didapatkan dengan mencuci muka menggunakan air bekas cucian beras. Selain itu, bisa juga dipakai sebagai toner untuk membersihkan wajah dari air saringan tepung beras. Caranya yaitu dengan menghaluskan beras yang telah direndam. Setelah halus, rendam lagi dengan air pada wadah yang steril sampai terbentuk endapan. Endapan tersebut bisa dipakai menjadi masker dan airnya untuk membersihkan muka.
Sebelum menggunakan scrub, alangkah baiknya jika mengetahui bagaimana cara penggunaan scrub yang benar untuk membantu merawat kecantikan kulit . Pertama, sebelum menggunakan scrub, pastikan scrub yang beli sesuai dengan jenis kulit. Kedua, gunakan scrub dengan cara menggosoknya dengan lembut. Jangan menggosok terlalu keras karena justru akan melukai kulit. Jika memang diperlukan, dapat membasuh badan atau wajah dengan air sebelum mengaplikasikan scrub pada kulit. Ketiga, perhatikan jenis scrub yang digunakan. Scrub untuk wajah hanya dapat digunakan untuk wajah sedangkan scrub untuk tubuh hanya dapat digunakan untuk tubuh. Karena scrub untuk wajah dan scrub untuk tubuh memiliki perbedaan pada tekstur. Jika digunakan dengan sembarangan maka manfaatnya tidak akan didapatkan. Terakhir, gunakan scrub kira-kira setiap 2 minggu sekali. Scrub berfungsi untuk mengelupas atau menghilangkan sel-sel kulit mati. Jadi sebaiknya menggunakan scrub sesuai dengan proses regenerasi kulit yaitu setiap 14 atau 21 hari sekali.





BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Beras tak layak pakai dapat dimanfaatkan sebagai body scrub beras.
2. Pengolahan limbah beras tak layak pakai sebagai alternatif body scrub.
5.2 Saran
    Daya tahan body scrub beras tidak bertahan lama menjadi suatu permasalahan lebih lanjut, sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi hal tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Haryadi. 2008. Teknologi Pengolahan Beras. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Listiyannisa, A. 2012.Isolasi Senyawa Antioksidan Kulit Buah Coklat (Theobroma cacao L.)”.Jurnal Farmasi UNJANI. Vol.44 Hal:1-18.
Made, A. 2000. Beras dan Tepung Beras. Jakarta : Bahan Untuk Majalah Femina.
Masyuhara, S. 2009. Rahasia Cantik, Sehat, dan Awet Muda. Yogyakarta : Pustaka Panasea.
Moskowitz, R.H. 2007. Cosmetic Product Testing. New York : March Dekke Inc.
Suhartini. 2007. Formulasi Lulur Ekstrak Daun The Hijau (Camelliasinensis L.) Dengan Sukrosa Sebagai Bahan Pembawa. Bogor : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan.
Winarno, F.G. 1987. Haruskah Kita Peduli rasa Nasi?.Bandung : FTDC-IPB.
Winarsi H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta : Kanisius.

Yuliati, E dan Binarjo, A. 2010. Pengaruh Ukuran Partikel Tepung Beras Terhadap Daya Angkat Sel Kulit Mati Lulur Bedak Dingin. Prosiding Kongres Ilmiah XVIII dan Rapat Kerja Nasional. Hal:378 -382.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Billqis Hudaibiyah Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare