Jumat, 08 September 2017

Pemanfaatan Limbah Kulit Kedondong ( Spondias Dulcis ) Sebagai Alternatif Anoda Pada Baterai Untuk Mewujudkan Indonesia Sustainable Green Energy

di September 08, 2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Di Indonesia banyak sekali tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Tanaman ini banyak sekali terbagi dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari bidang pertanian, perkebunan hasil hutan dan lain sebagainya. Pada komoditi perkebunan di Indonesia ini terdiri dari berbagai macam tanaman  seperti kedondong dan masih banyak tanaman lainnya lagi. Salah satu jenis tanaman yang masuk dalam komoditi tanaman perkebunan dan menjadi bagian penting dalam kehidupan kita adalah kedondong. Kedondong yang ada di Provinsi Jambi hanya dimanfaatkan untuk diambil buahnya saja, sedangkan kebanyakan dari hasil sampingannya hanya dibuang saja.
Salah satu hasil sampingan yang banyak terabaikan di masyarakat yaitu limbah kulit kedondong , misalnya di daerah provinsi jambi yang  salah satu mata pencaharian utamanya adalah perkebunan hortikultura kedondong. Semakin banyak produksi kedondong yang dihasilkan, maka limbah kulit kedondong yang dihasilkan akan semakin banyak. Pemanfaatan kulit kedondong ini akan meningkatkan  nilai ekonomis kedondong itu sendiri dan juga sudah banyak dieksplorasi untuk kepentingan industri.
Provinsi Jambi ini banyak jumlah rumah tangga usaha hortikultura kedondong dan juga untuk pengolahan limbah kulit kedondong masih sangat minim. Selama ini, media listrik juga yang digunakan adalah baterai. Serbuk gergaji mengandung selulosa, karena itu dalam TKKS juga mengandung selulosa sebagai 45%, dan juga hemiselulosa 26%, dan lignin 15%.

1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas didapatkan rumusan masalah sebagai berikut :
1.   Bagaimanakah proses pengolahan limbah kulit kedondong menjadi pengganti karbon pada baterai ?
2.   Bagaimanakah mekanisme kerja karbon limbah kulit kedondong sebagai anoda pada baterai ?
1.3       Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka diperoleh tujuan dari karya tulis ini yaitu :
1.   Mengetahui proses pengolahan limbah kulit kedondong menjadi pengganti karbon pada baterai.
2.   Mempelajari mekanisme kerja karbon limbah kulit kedondong sebagai anoda pada baterai.
1.4       Manfaat
Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1.   Mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah kulit kedondong hasil produksi pengolahan kedondong.
2.   Memberikan salah satu contoh pengolahan limbah kulit kedondong dengan mengolahnya menjadi karbon.
3.   Memberikan suatu inovasi baru pada baterai dengan mengaplikasikan karbon limbah kulit kedondong sebagai pengganti anoda baterai.



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1    Kedondong
Berdasarkan taksonominya tanaman kedondong dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom         : Plantae
Kelas               : Dycotiledonae
Ordo               : Sapindales
Famili             : Anacardiaceae
Genus             : Spondias
Spesies            : Spondias dulcis
(Putri, 2012).
Berdasarkan data dari riset dan teknologi, tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung 60-85 gram air, 0,5-0,8 gram protein, 0,3-1,8 gram lemak, 8-10,5 gram sukrosa, 0,85-3,60 gram serat. Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan zat besi sedangkan buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%.
Tanaman ini berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini juga telah tersebar ke seluruh daerah tropis. Jenis kedondong unggul yang sering ditanam oleh petani adalah kedondong bangkok, kedondong kendeng, dan kedondong karimun jawa. Tanaman ini tumbuh dengan cepat dengan tinggi mencapai 18 m. Tanaman ini tumbuh dengan batang yang tegak, agak kaku dan simetris. Manfaat buah kedondong diantaranya dapat dimakan dalam keadaan segar, tetapi sebagai buah matang dapat diolah menjadi jeli, selai, dan sari buah. Buah mentahnya dapat digunakan dalam membuat rujak dan sayur, serta dibuat acar. Buah dan daunnya juga dijadikan pakan ternak. Kayunya kurang dapat dijadikan dalam pertukangan, namun bisa menjadi bahan dalam pembuatan perahu. Selain itu juga terdapat manfaat dalam obat – obatan ( Inayati, 2007).
Menurut badan pusat statistik pertanian Provinsi Jambi, pada tahun 2013 persebaran kedondong di provinsi Jambi sebagai jenis tanaman holtikultura tahunan dengan jumlah rumah tangga usaha holikultura 357 , jumlah pohon yang diusahakan / dikelolakan sebanyak 682 pohon sedangkan yang sudah berproduksi sebanyak 462 pohon dan berdasarkan data rata – rata jumlah pohon yang diusahakan / dikelolakan per rumah tangga adalah 1,00 .
Kandungan kimia buah kedondong yang dapat menjadi landasan dalam pembuatan biobaterai adalah kandungan elektrolit yang dapat menghasilkan arus listrik dan menggantikan karbon sebagai anoda pada baterai. Menurut penelitian Apriady (2010) menyatakan bahwa kedondong mengandung banyak asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) dengan persentase kandungan :
Tabel1 :Perbandingan Luasan Area Kromatografi Ekstrak Kedondong
Dengan jumlah kandungan asam klorogenat dan asam ferulat yaitu 322.68mg/100 gram sampel kering dan 34.44 mg/100 gram sampel kering.
2.2    Baterai
Baterai merupakan sebuah kaleng berisi penuh bahan-bahan kimia yang dapat memproduksi elektron. Reaksi kimia yang dapat menghasilkan electron disebut dengan Reaksi Elektrokimia.  Jika kita memperhatikan, kita bias lihat bahwa baterai memiliki dua terminal. Terminal pertama bertanda positif (+) dan terminal kedua bertanda negatif (-). Baterai pertama kali ditemukan oleh Alexandro Volta pada tahun 1800. Elektron-elektron di kumpulkan pada kutub negatif.  Jika kita menghubungkan kabel antara kutub negatif dan kutub positif, maka electron akan mengalir dari kutub negative ke kutub positif dengan cepatnya.
Di dalam baterai sendiri, terjadi sebuah reaksi kimia yang menghasilkan elektron. Kecepatan dari proses ini (elektron, sebagai hasil dari elektrokimia) mengontrol seberapa banyak electron dapat mengalir diantara kedua kutub.  Elektron mengalir dari baterai ke kabel dan tentunya bergerak dari kutub negatif ke kutub positif tempat dimana reaksi kimia tersebut sedang berlangsung. Secara umum baterai berfungsi sebagai media penyimpan dan penyedia energy listrik. Sumber listrik yang digunakan sebagai pembangkit dalam bentuk arus searah (DC) . Alat ini digunakan elektronika termasuk diantaranya komputer.
Baterai merupakan sekumpulan sel-sel kimia yang masing-masing berisi dua elektron logam yang dicelupkan dalam larutan penghantar yang disebut elektrolit. Akibat reaksi-reaksi kimia antara konduktor dan elektrolit satu elektroda anoda bermuatan positif dan katoda bermuatan negatif. Baterai adalah alat listrik kimiawi yang menyimpan energy dan mengeluarkan tenaganya alam bentuk listrik.
Sebuah baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting, yaitu:
1) Batang karbon sebagai anoda (kutub positif baterai).
2) Seng (Zn) sebagai katoda (kutub negatif baterai).
3) Pasta sebagai elektrolit (penghantar).



Reaks kimia pada baterai :
Anoda : logam seng (Zn)
Katoda : batang karbon/gafit (C)
lektrolit : MnO2, NHCl4 dan serbuk karbon (C)
Anoda Zn (-) : Zn → Zn2+  +  2e-
Katoda C (+) : 2MnO2  +  2NH4+  +  2e- Mn2O3  + 2NH3  + H2O
Reaksitotal : Zn + 2MnO2 + 2NH4 + Zn2+  + Mn2O3 + 2NH3 + H2O
(Muhlisin, et al, 2015).



BAB III
METODE PENELITIAN
3.1    Alat Dan Bahan
a.  Alat
-             Obeng
-             Lidi
-            Gunting / pisau
b.  Bahan
-            Baterai bekas
-            Limbah kulit kedondong
3.2    Prosedur Kerja
 








Pencacahan  adalah suatu proses perubahan bentuk kulit kedondong yang besar menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga untuk proses  selanjutnya menjadi lebih mudah.
Pengeringan adalah tahapan lanjutan setelah kulit kedondong di potong menjadi ukuran yang lebih kecil yang bertujuan untuk mengurangi kadar air yang ada di kulit kedondong.
Pengisian adalah pengisian material bahan kedondong yang sudah dicacah dan dikeringkan kedalam wadah baterai yang sudah kosong bertujuan untuk diuji energinya.

3.3    Perencanaan Pemasaran / Packing
a.  Analisis peluang Pasar
Bedasarkan analisa pasar, baterai dari kulit kedondong masih merupakan produk yang belum banyak dikembangkan dan ditemui, maka dari itu peluang pasar untuk biobaterai kulit kedondong ini masih sangat tinggi.
b.   Penentuan  Daerah Pemasaran
Daerah pemasaran untuk biobaterai dari kulit kedondong ini meliputi para penjual took elektronik dan listrik lampu.
c.    Strategi Pemasaran
Produk biobaterai dari kulit kedondong di jual dalam wadah plastik, dengan isi 3pcs per bungkus. Dengan harga satu bungkus plastik baterai Rp. 8.000,-. Produk biobaterai ini akan dititipkan di toko-toko penjual toko elektronik dan listrik lampu dan akan di jual secara online maupun langsung.




BAB IV
PEMBAHASAN

Kedondong merupakan salah satu hasil tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah tanam Kedondong di provinsi Jambi  yang telah dikelolah menjadi usaha rumah tangga  tanam sebanyak 682 pohon, dimana jumlah tanam yang telah berproduksi  sebanyak 462 pohon dari yang telah dikelolah. Pengelolahan hasil panen kedondong biasanya hanya menjadi produk makanan olahan seperti menjadi manisan atau dijadikan rujak dengan memanfaatkan bagian daging buahnya saja dengan persentase 2/3 bagian buah. Sedangkan 1/3 bagian buahnya adalah kulit buah yang umumnya hanya menjadi limbah organik saja.
Melihat potensi yang terdapat pada kulit kedondong yang mengandung asam sehingga  dapat menghasilkan ion dimana apabila semakin asam maka semakin banyak pula ion yang dihasilkan dan semakin rendah juga nilai pH-nya dan buah kedondong yang lebih muda memiliki potensi rasa asam yang lebih dibanding buah yang telah matang. Pemanfaatn limbah kulit kedondong dapat dilakukan dengan mengembangkannya menjadi biobaterai yang menjadi sumber energi alternatif terbarukan. Mengingat bahwa kehidupan sehari-hari, kita tidak terlepas dari pemanfaatan barang-barang elektronik yang menggunakan baterai kering sebagai sumber energinya.
Baterai berperan sebagai sarana yang dapat mengubah energi kimia yang terkandung didalam bahan aktif secara langsung menjadi energi listrik melalu reaksi reduksi dan oksidasi elektrokimia (redoks) yang terjadi pada elektroda. Baterai litium (baterai kering) yang umumnya mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium dan nikel yang tentunya dapat mencemari lingkungan terlebih dalam penggunaannya baterai litium hanya dapat digunakan sekali pakai dengan kata lain setelah daya baterai telah habis maka menghasilkan limbah baterai yang membahayakan lingkungan.
Untuk itu perlu penggolahan lebih lanjut untuk menjawab kedua permasalahan limbah tersebut. Dimana pada penelitian ini dihasilkan biobaterai yang merupakan baterai dari bahan alam yang ramah lingkungan, murah serta efisien pemakaiannya. Dengan memanfaatkan limbah kulit  kedondong yang dijadikan sebagai pengganti anoda pada limbah baterai.  Dengan kandungan elektrolit yang dihasilkan limbah kedondong yang memiliki pH rendah (asam) akan dihasilkan arus listrik yang disalurkan melalui batang katoda pada baterai.
Pembuatan biobaterai yang telah dilakukan dengan teknik dasar atau dilakukan secara sederhana dengan mencacah bagian limbah kulit kedondong menjadi bagian yang lebih halus agar dapat dimasukkan kedalam baterai yang telah dikeluarkan isi karbon bekasnya, pengeringan dilakukan dibawah sinar matahari selang waktu ±30 menit berguna untuk menggurangi kandungan air pada limbah kulit kedondong tanpa kehilangan senyawa elektrolit yang terkandung. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan diperoleh kapasitas biobaterai sebesar 0,7 volt.



BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Limbah kulit kedondong dapat dimanfaatkan sebagai pengganti karbon pada baterai
2. Pengolahan limbah kulit kedondong sebagai pengganti karbon pada baterai dilakukan secara sederhana yaitu dengan mencacah dan mengeringkan limbah kulit kedondong dan dimasukkan ke dalam baterai.
5.2 Saran
    Daya tahan baterai yang tidak bertahan lama menjadi suatu permasalahan lebih lanjut, sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi hal tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Apriady, R.A. 2010. Identifikasi Senyawa Asam Fenolat pada Sayuran Indigenous Indonesia. Skripsi. IPB, Bogor.
Inayati, H. 2007. Potensi Anti Bakteri Ekstrak Daun Kedondong Bangkok (Spondias dulcis Forst.).Skripsi. IPB, Bogor.
Muhlisin, M., Soedjarwanto, N., dan Komaruddin, M. 2015. Pemanfaatan Sampah Kulit Pisang dan Kulit Durian Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Pada Batu Baterai. Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro. Vol 9(3): 137 – 146.
Putri, D. 2012. Pemanfaatan Sirup Glukosa Hasil Hidrolisa Selulosa dari Kulit Buah Kedondong (Spondias dulcis Forst. ) yang Dimanfaatkan Sebagai Pemanis pada Pembuatan Manisan dari Buah Lengkeng (Naphelium longanum).  Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sumatra Utara, Medan. 




LAMPIRAN
DOKUMENTASI
                 


0 komentar:

Posting Komentar

 

Billqis Hudaibiyah Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare